JAKARTA (Suara Karya): Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, OJK Jabodebek, dan berbagai pemangku kepentingan akan menggelar puncak Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 pada 4-5 Juli 2026 di Istora Senayan. Festival yang mengusung tema “A Creative Movement for A Sustainable Global City” itu diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengatakan JKF 2026 dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas hingga media, untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis kreativitas.
“Ekonomi kreatif memiliki daya ungkit yang besar dalam mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat industri kreatif di Jakarta,” kata Iwan, di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Menurut Iwan, penyelenggaraan JKF 2026 akan berfokus pada tiga lini utama, yakni sport, music, dan film. Beragam kegiatan akan digelar, mulai dari kompetisi padel dan aktivasi gaya hidup olahraga, kompetisi band dan Swara Bankers, hingga Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026. Selain itu, festival juga akan menghadirkan pameran UMKM, digitalisasi pembayaran, literasi ekonomi syariah, serta festival urban farming dan produk pangan olahan.
Salah satu pembaruan yang dihadirkan tahun ini adalah ruang khusus untuk pemutaran film pendek karya sineas muda Jakarta melalui JYFF 2026. Langkah tersebut dinilai menjadi awal penguatan industri perfilman ibu kota yang memiliki efek berganda terhadap sektor jasa seperti pariwisata, perdagangan, transportasi, komunikasi, hingga industri makanan dan minuman.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai JKF 2026 merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global yang berbudaya dan berkelanjutan. Pelaksanaan festival tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 DKI Jakarta.
Menurut Pramono, pengembangan festival film bagi generasi muda dalam JKF 2026 sejalan dengan visi Jakarta Kota Sinema menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 2027. Inisiatif tersebut diarahkan untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat produksi dan ekosistem industri film yang mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi sektor kreatif.
Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi menegaskan dukungan pihaknya terhadap pengembangan ekonomi kreatif, terutama dari sisi akses pembiayaan. Menurutnya, karakter ekonomi Jakarta yang didominasi sektor jasa menjadikan industri kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan yang potensial.
Puncak JKF 2026 nantinya akan melibatkan 270 UMKM dan menghadirkan sekitar 350 booth yang terdiri atas area kuliner, urban farming, fesyen, kriya, layanan, edukasi, hingga berbagai aktivitas kreatif lainnya. Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, JKF 2026 diharapkan menjadi katalis penguatan ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, dan percepatan digitalisasi ekonomi menuju Jakarta yang modern, inklusif, dan kompetitif menyongsong usia 500 tahun. (Boy)
