Suara Karya

Zulfydar : Lewat Kejurnas Bola Tangan Junior di Jatim, Bidik POPNas

JAKARTA (Suara Karya) : Ketua Umum PB ABTI 2026 – 2030 terpilih, Zulfydar Zaidar Mochtar, SE.MM memberikan apresiasi Kejurnas Bola Tangan Junior yang digelar GOR Futsal Internasional Unesa, Surabaya 3 hingga 8 Agustus 2026 diikuti 8 Provinsi di Indonesia.

Daerah yang menurunkan atletnya di Kejurnas adalah Jabar, DKI Jakarta, Jatim, Jateng, Kalsel, Kaltim, Riau dan Bali. Daerah – daerah tersebut ada yang menampilkan timnya di kategori indoor dan pantai.

“Lebih banyak daerah yang kirim tim bola tangan di Kejurnas Junior menjadi catatat cabang bola tangan dapat dipertandingkan di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNas) nantinya, ” tegas Zulfydar Zaidar Mochtar seusai membuka Kejurnas bola tangan di Surabaya, Senin (3/8/2026).

Dipertandingkan di POPNas menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah lain membina atlet bola tangan. Dengan harapan, jenjang prestasi yang dimiliki atletnya memiliki tujuan jangka panjang dan puncak melalui jalur sekolah.

Karena pembinaan atlet bola tangan di Indonesia sudah masuk jalur sekolah lewat kurikulum pembinaan atlet di sekolah dasar, SMP, SMA yang bisa tampil di POPNas. Berikutnya, bisa dilanjutkan ke POMNas dan terus berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

“Kejurnas bola tangan junior merupakan rangkaian pembinaan atlet usia muda di Indonesia. Dengan tampilnya tim dari 8 daerah di Indoor maupun beach memberikan kesegaran tersendiri bagi pembinaan atlet dimasa mendatang, ” tegas Zulfydar Zaidar lagi.

Zulfydar Zaidar memberikan acungan jempol Kejurnas bola tangan di Surabaya mendapat perhatian yang cukup para stakeholder olahraga, seperti halnya Kabid Prestasi Dispora Jatim, Abdul Wahab, Kabid Prestasi KONI Jatim, Dudi Haryanto, Ketum KONI Jatim, Gigih Siantoro, , Sekum KONI Kota Surabaya, Randika Asiani Wijaya, Rektor Unesa, Muhammad, Jajaran Pengurus PB ABTI demisiine, dan panitia penyelenggara.

Dalam kesempatan itu Zulfydar Zaidar mengatakan, dengan digelarnya Kejurnas bola tangan Junior di Surabaya, dapat dijadikan kawah Chandra dimuka pembinaan atlet mulai usia muda baik indoor maupun beach.

Pelantikan

Sementara pada kesempatan yang sama Zulfydar Zaidar juga melantik kepengurusan Pengprov ABTI Jatim yang dipimpin Prof Dr.Or Gigih Siantoro S.pd,M.pd. Pada kesempatan itu, Gigih Siantoro bersyukur mendapat amanah memimpin dan memajukan pembinaan atlet bola tangan di Jatim.

Menurutnya, kepengurusan periode 2026–2030 akan dijalankan secara profesional dengan menggabungkan kekuatan akademisi dan praktisi olahraga.

“Kepercayaan ini merupakan amanah besar. Kami tidak ingin bekerja biasa-biasa saja. Karena itu kami memadukan kekuatan akademisi di perguruan tinggi dengan para praktisi bola tangan di Jawa Timur agar pembinaan atlet dapat berjalan berdasarkan ilmu pengetahuan, sport science, dan sistem yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan bola tangan di Jawa Timur harus dilakukan secara terbuka dan profesional tanpa membedakan asal daerah atlet.

“Kami ingin semua atlet memiliki kesempatan yang sama. Seleksi harus dilakukan secara objektif berdasarkan kualitas. Kalau pesertanya semakin banyak, maka kualitas atlet yang terpilih juga akan semakin baik,” katanya.

Salah satu program prioritas kepengurusan katanya, memperluas pembinaan usia dini melalui sekolah-sekolah, memperkuat kompetisi antarkabupaten/kota, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan sertifikasi pelatih maupun wasit.

“Selain itu, ABTI Jawa Timur juga berkomitmen memperluas pembinaan mulai tingkat SD, SMP hingga SMA agar regenerasi atlet berjalan berkesinambungan, ” tambahnya. (Warso)

Related posts