Suara Karya

KJRI New York Gandeng Pola Raya, Buka Peluang Arsitek RI Tembus Pasar Global

JAKARTA (Suara Karya): Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York menggandeng PT Pola Raya Studio untuk memperluas akses arsitek, desainer, dan proyek Indonesia ke pasar internasional. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) yang menjadi langkah awal penguatan promosi ekonomi kreatif Indonesia di Amerika Serikat.

Kolaborasi tersebut akan diwujudkan melalui penyelenggaraan pameran, forum bisnis, business matching, presentasi karya, hingga program pertukaran pengetahuan di bidang arsitektur, desain, dan kriya. KJRI New York juga akan membuka ruang pertemuan antara talenta Indonesia dengan jejaring developer, firma arsitektur, investor, dan pelaku industri di Negeri Paman Sam.

Konsul Jenderal RI di New York Winanto Adi mengatakan Indonesia memiliki banyak arsitek, perajin, desainer, dan perusahaan dengan kemampuan yang kuat. Tantangan berikutnya adalah memastikan karya mereka dapat dikenal dan dipahami oleh mitra internasional.

“Yang dibutuhkan adalah ruang agar kemampuan tersebut dapat diperkenalkan dengan baik, dipahami, dan berkembang menjadi hubungan profesional serta bisnis yang nyata,” ujar Winanto dikutip, Jumat (28/8/2026).

Bagi Pola Raya, penandatanganan LOI tidak hanya berhenti pada agenda promosi. Perusahaan yang telah berdiri sejak 1982 itu menyiapkan pembukaan kantor di New York sebagai bagian dari strategi memperkuat kehadiran di pasar Amerika Serikat.

Selain itu, Pola Raya juga tengah menjajaki akuisisi perusahaan lokal di AS. Langkah tersebut masih akan melalui kajian bisnis dan proses uji tuntas, namun diarahkan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan mitra internasional serta memudahkan tindak lanjut peluang kerja sama.

Direktur PT Pola Raya Studio Mohamad Amin Ahlun Nazar mengatakan banyak proyek Indonesia memiliki kualitas yang baik, tetapi sering menghadapi tantangan ketika harus dipresentasikan kepada audiens internasional dalam waktu yang terbatas.

“Proyek yang baik belum tentu langsung dipahami. Dalam pertemuan bisnis internasional, kita mungkin hanya memiliki waktu yang singkat untuk membuat seseorang memahami skala, nilai, dan alasan sebuah proyek layak diperhatikan,” katanya.

Menurut Amin, peran Pola Raya adalah membantu proyek Indonesia berbicara lebih jelas melalui narasi, maket, visualisasi, model interaktif, dan pengalaman presentasi yang memudahkan calon investor maupun mitra memahami potensi proyek.

Perusahaan yang berawal dari sebuah workshop di Munjul, Jakarta Timur, itu dikenal sebagai pembuat maket fisik, smart maquette, dan model interaktif untuk proyek properti, industri, energi, pertambangan, hingga infrastruktur.

Nama Pola Raya mendapat perhatian internasional saat Hannover Messe 2023 di Jerman. Maket Ibu Kota Nusantara (IKN) karya perusahaan tersebut digunakan Presiden Joko Widodo ketika memaparkan proyek IKN kepada Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Pengalaman itu menjadi pijakan untuk memperluas kiprah ke New York, kota yang dipilih karena merupakan salah satu pusat arsitektur, properti, investasi, dan ekonomi kreatif dunia.

Melalui kerja sama ini, arsitek Indonesia direncanakan dapat memamerkan karya sekaligus mempresentasikan gagasannya langsung di hadapan developer, firma arsitektur, pemilik proyek, dan pelaku industri Amerika Serikat. Sementara perusahaan properti Indonesia akan memperoleh akses untuk bertemu investor, lembaga pembiayaan, family office, dan mitra strategis internasional, meski keputusan investasi tetap bergantung pada kelayakan proyek dan proses uji tuntas masing-masing pihak.

Amin menegaskan kehadiran Pola Raya di New York nantinya diharapkan menjadi jembatan yang menjaga kesinambungan hubungan bisnis, sehingga peluang yang lahir dari satu pertemuan tidak berhenti sebagai seremoni semata.

“Kami ingin membantu dunia melihat kemampuan Indonesia sebelum memutuskan untuk bekerja bersama Indonesia,” ujarnya. (Boy)

Related posts