Suara Karya

29 Kampus Bersatu di Agam, KKN Tematik LLDikti III Hadirkan Solusi Pascabencana

JAKARTA (Suara Karya): Sebanyak 29 perguruan tinggi di bawah koordinasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III diterjunkan ke Kabupaten Agam, Sumatra Barat, guna mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 bertajuk ‘Bangkik Basamo, Mambangun Nagari’.

Program kolaboratif bersama LLDikti Wilayah X tersebut menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana, sekaligus menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di daerah.

KKN Tematik secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Fauzan, melalui prosesi pemukulan ganda tambua sebagai simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat Minangkabau.

Dalam sambutannya, Prof Fauzan menegaskan, perguruan tinggi harus melampaui fungsi sebagai lembaga pendidikan semata. Kampus harus menjadi pusat lahirnya solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

“Perguruan tinggi sudah waktunya bukan hanya sekadar tempat memberi ilmu, tetapi menjadi tempat memberi solusi atas persoalan-persoalan yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Prof Fauzan menambahkan, percepatan penyelesaian berbagai persoalan nasional hanya dapat dilakukan melalui kolaborasi antarkampus yang didukung sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dunia usaha dan dunia industri.

“Sumber daya manusia unggul harus menjadi fondasi utama dalam membangun kolaborasi tersebut,” tegasnya.

Kegiatan pembukaan juga dihadiri Bupati Agam, Benni Warlis, para pimpinan perguruan tinggi, serta sejumlah mitra strategis dari berbagai sektor.

Kepala LLDikti Wilayah III, Dr Henri Tambunan menjelaskan, KKN Tematik merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus bagian dari Program Diktisaintek Berdampak yang mendorong kolaborasi lintas wilayah.

Menurut Henri, mahasiswa tidak cukup memiliki kompetensi akademik, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi.

“KKN Tematik ini merupakan wujud implementasi Program Diktisaintek Berdampak. Kami, baik PTN maupun PTS di lingkungan LLDikti Wilayah III ingin memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama juga dideklarasikan Konsorsium Mitigasi dan Pemulihan Bencana yang melibatkan perguruan tinggi, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan dunia industri.

Konsorsium tersebut diharapkan menjadi wadah penguatan sinergi dalam penanganan kebencanaan melalui riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah X, Dr Afdalisma menyambut baik kolaborasi perdana dengan LLDikti Wilayah III. Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini hanya dapat dijawab melalui kerja sama antarlembaga.

“Sekarang eranya adalah era kolaborasi. Dengan berkolaborasi akan muncul inovasi,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan program tersebut, LLDikti Wilayah III menunjuk Universitas Budi Luhur sebagai ‘focal point’, sedangkan peserta dari LLDikti Wilayah X dikoordinasikan oleh Universitas Fort De Kock.

Mahasiswa akan menjalankan berbagai program pengabdian yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, mitigasi bencana, hingga penguatan kapasitas masyarakat di Kabupaten Agam.

Adapun 29 perguruan tinggi dari DKI Jakarta yang mengikuti KKN Tematik tersebut, antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Media Kreatif, Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, dan Universitas Bina Nusantara (BINUS).

Selain itu ada Universitas Bina Sarana Informatika, Universitas Budi Luhur, Universitas Dian Nusantara, Universitas Esa Unggul, Universitas Gunadarma, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Kristen Krida Wacana, Universitas Media Nusantara Cita, Universitas Multimedia Nusantara Jakarta,

Selanjutnya, Universitas Pancasila, Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), Universitas Respati Indonesia, Universitas Tarumanagara, Universitas Trisakti, Universitas YARSI, Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara, Politeknik Astra, Politeknik Negeri Jakarta, serta Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta.

Melalui KKN Tematik ‘Bangkik Basamo, Mambangun Nagari’ itu, LLDikti Wilayah III berharap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Agam.

Program itu juga diharapkan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan Diktisaintek Berdampak sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045 yang selaras dengan visi Asta Cita. (Tri Wahyuni)

Related posts