JAKARTA (Suara Karya): Era digital memaksa masyarakat untuk terus beradaptasi dengan teknologi Informasi (TI). Diperlukan kesadaran agar penggunaan TI tidak menimbulkan perpecahan di masyarakat.
“Dalam bermedia sosial, sebaiknya posting yang penting, bukan yang penting posting. Sehingga ruang digital tetap terjaga keamanan dan kerukunannya,” ucap pakar media sosial, Luq Yana Chaerunnisa dalam seminar Literasi Digital di Kecamatan Ujung Batu, Rokan Hulu, Riau, akhir pekan lalu.
Dalam materi berjudul etika dan budaya digital, Luq menyinggung soal kecakapan digital yang butuh pemahaman etika digital. Hal itu akan digunakan sebagai dasar untuk membahas pertanyaan etika yang muncul dalam konteks penggunaan TI.
“Beberapa isu etika digital meliputi privasi online, keamanan data, kebebasan berbicara di internet, perlindungan anak-anak dalam ruang digital, dan keadilan dalam akses teknologi,” ujarnya.
Etika digital juga mencakup pertimbangan etika dalam pengembangan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), penggunaan data besar (big data), serta teknologi yang berhubungan dengan keamanan siber.
Konsep etika digital, diyakini Luq menjadi relevan dalam masyarakat modern yang kesehariannya sangat tergantung pada teknologi digital.
“Etika digital akan membantu kita dalam membuat keputusan yang bertanggung jawab dan etis dalam penggunaan teknologi informasi,” ucapnya.
Narasumber lainnya, yaitu Abbas Abdurrahman menjelaskan pentingnya memahami dan memiliki kemampuan dalam bermedia sosial di dunia digital. “Semakin maju teknologi harus disertai kemampuan beradaptasi. Agar tidak menimbulkan gagap teknologi.
Abbas menambahkan, ‘digital skills’ merujuk pada kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berperan secara efektif di dunia digital. Hal itu mencakup berbagai keterampilan, mulai dari kemampuan dasar seperti penggunaan komputer dan internet.
“Keterampilan digital yang dikuasai itu bisa dari dasar hingga keterampilan yang lebih kompleks seperti pemrograman, pengembangan situs web, analisis data, dan keahlian dalam menggunakan perangkat lunak khusus seperti desain grafis, pengolahan gambar dan pengeditan video,” tuturnya.
Di tengah modernisasi teknologi, keterampilan digital yang baik menjadi sangat penting dan dibutuhkan, baik untuk keperluan pekerjaan maupun untuk kehidupan sehari-hari.
“Kemampuan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, memahami dasar-dasar keamanan online, dan memiliki keterampilan dalam menggunakan aplikasi produktivitas seperti pengolah kata dan spreadsheet, semuanya merupakan contoh dari digital skills,” lanjutnya.
Selain itu, lanjut Abbas, kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi baru dan terus-menerus meningkatkan keterampilan digital juga merupakan bagian penting dari konsep digital skills yang perlu dipahami masyarakat pengguna teknologi.
Rangkaian kegiatan Literasi Digital di Kabupaten Rokan Hulu, Riau merupakan bagian dari program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).
Rangkaian kegiatan yang berlangsung 17-22 November 2023 itubdihadiri sekitar 500 orang peserta secara luring dari 10 Kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu, yaitu Kecamatan Bangun Purba, Rambah, Rambah Hilir, Rambah Samo, Ujung Batu, Kabun, Tandun, Kunto Darussalam, Pagaran Tapah Darussalam, dan Rokan Empat Koto. (Tri Wahyuni)
