Suara Karya

Dharma Jaya Optimalisasi Kerja Sama dengan Daerah Produsen

JAKARTA (Suara Karya): Dalam upaya mengembangkan bisnis komersial dengan target menjadi sentra protein hewani dan memastikan suplai produk pangan hewani bagi warga Jakarta terpenuhi dengan baik, Perumda Dharma Jaya terus mengoptimalkan kerja sama dengan daerah produsen bahan baku hewani.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan Provinsi DKI Jakarta bukan daerah produsen bahan baku hewani, melainkan merupakan daerah konsumsi. Kondisi ini membuat kerja sama dengan daerah produsen sangat penting dalam pemenuhan produk hewani dan juga pengembangan bisnis komesial Perumda Dharma Jaya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI yang bergerak di bidang pangan.

“Karena itu penting sekali kerja sama antara Provinsi DKI Jakarta dengan daerah-daerah produsen hewani. Kerja sama ini untuk memastikan stok pangan di DKI Jakarta. Kerja sama yang kami lakukan itu khusus produk pangan hewani seperti ayam, ikan dan daging sapi,” kata Raditya.

Dalam menjalankan kemitraan dengan daerah produsen, Raditya menegaskan pihaknya tidak boleh sembarangan. Ia harus melihat dulu kesiapan daerah produsen untuk bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Kesiapan tersebut dilihat dari infrastruktur dan standarisasi mutu yang harus dipenuhi daerah produsen.

Saat ini, Perumda Dharma Jaya sudah menjalin kerja sama dengan Lampung, Banten, Jawa Barat, Pati dan Blora, Malang, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kerja sama dengan daerah produsen sapi, Raditya mengatakan, telah menghasilkan total pemasukan sapi mencapai 1.748 ekor di tahun 2022. Dengan rincian, Kupang NTT sebanyak 994 ekor, Bali sebanyak 105 ekor, Flores NTT sebanyak 77 ekor, Jawa Tengah sebanyak 184 ekor, Sumbawa NTB 200 ekor, Lampung sebanyak 125 ekor, Makasar sebanyak 13 ekor dan Madura sebanyak 50 ekor. Untuk tahun 2023, hingga Juli, total pemasukan sapi baru mencapai 1.000 ekor.

Sementara itu, stok produk pangan hewani di Perumda Dharma Jaya, per 31 Juli 2023 ada sebanyak 305 ton daging sapi, 188 ton daging ayam, 541 ton ikan kembung dan 150 ekor sapi potong.

Tidak berhenti disitu, menurut Raditya, Perumda Dharma Jaya juga memperluas kerja sama di Kalimantan Timur, yang menjadi lokasi dibangunnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Rencananya, Perumda Dharma Jaya akan membuka cabang dikawasan IKN bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

“Insya Allah kita akan buat cabang di IKN dan bekerja sama dengan pemerintah daerah disana. Untuk persiapan IKN, kita sudah survei untuk menjadi salah atau supporting untuk kebutuhan-kebutuhan yang ada di IKN. Itu jangka panjang, dan masih sedang kita persiapkan,” ujar Raditya.

Raditya menegaskan, Perumda Dharma Jaya akan terus meningkatkan kemitraan atau kerja sama dengan daerah produsen lainnya. Kemitraan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan pangan hewani di DKI Jakarta.

“Jakarta sebenarnya sudah cukup dari pasokan pangan hewani yang ada. Nanti kerja sama daerah kita lakukan untuk membantu daerah-daerah lain yang membutuhkan produk pangan hewani. Kerja sama itu tidak hanya menjadi offtaker, tetapi juga menjadi supporting bagi daerah-daerah lain dalam pemenuhan produk pangan hewani,” terang Raditya.

Saat ini, Perumda Dharma Jaya sudah menjadi perusahaan yang membantu daerah-daerah lain yang kekurangan stok atau suplai produk pangan hewani. Salah satunya di Pulau Sumatra ada daerah-daerah yang disupport Perumda Dharma Jaya. Hal ini sudah dilakukan Perumda Dharma Jaya sejak awal tahun 2023.

“DKI Jakarta bukan hanya membeli, tetapi memastikan untuk membantu daerah-daerah yang kesulitan sehingga dapat mencegah inflasi. Jadi daripada barangnya kita ambil dari sana, kemudian terjadi inflasi, mendingan kita bantu disana. Ini sejalan dengan tagline DKI, yaitu sukses Jakarta untuk Indonesia. Jadi berpikirnya bukan hanya Jakarta sebagai offtaker, tetapi bagaimana Jakarta juga bisa menjaga inflasi di beberapa daerah,” papar Raditya. (Boy)

 

Related posts