JAkARTA (Suara Karya): Perekonomian DKI Jakarta mencatat akselerasi pertumbuhan pada triwulan IV 2025. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengatakan ekonomi Ibu Kota tumbuh 5,71 persen (year on year/yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 4,96 persen.
“Akselerasi pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan IV 2025 terutama didorong oleh menguatnya konsumsi rumah tangga dan investasi, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di akhir tahun,” ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/2/2026)
Secara kumulatif sepanjang 2025, ekonomi Jakarta tumbuh 5,21 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 sekaligus melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Iwan menyebut, penguatan tersebut mencerminkan daya tahan ekonomi daerah di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.
Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,51 persen (yoy). Kinerja ini dipengaruhi momentum Natal dan Tahun Baru, maraknya kegiatan MICE, serta membaiknya pendapatan masyarakat yang turut ditopang paket insentif pemerintah seperti bantuan sosial dan diskon pajak.
Selain konsumsi, investasi menjadi motor utama pertumbuhan dengan laju 6,81 persen (yoy). Iwan menjelaskan peningkatan investasi didukung tingginya realisasi PMA dan PMDN, percepatan penyelesaian proyek menjelang tutup buku akhir tahun, berlanjutnya pembangunan proyek strategis multitahun, serta meningkatnya impor barang modal.
“Masuknya investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ekonomi Jakarta masih terjaga,” kata Iwan.
Di sisi lain, konsumsi pemerintah tetap tumbuh positif 8,60 persen (yoy) meski melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, dipengaruhi strategi frontloading belanja sejak triwulan III serta lebih rendahnya realisasi belanja modal non-bangunan pada akhir tahun.
Dari sektor eksternal, ekspor Jakarta tumbuh 7,62 persen (yoy), ditopang ekspor otomotif, pakaian jadi, produk kimia, dan barang manufaktur. Sementara impor meningkat 8,67 persen (yoy), terutama dari barang konsumsi, barang modal, dan bahan baku seiring menguatnya aktivitas ekonomi domestik.
Pada sisi lapangan usaha, sektor perdagangan menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 6,55 persen (yoy). Jasa keuangan kembali tumbuh 4,78 persen (yoy) setelah sempat terkontraksi, seiring mulai ekspansifnya kredit investasi dan modal kerja. Sementara sektor konstruksi tetap solid tumbuh 3,15 persen (yoy), didukung kredit konstruksi dan realisasi investasi.
Ke depan, Iwan menegaskan Bank Indonesia DKI Jakarta akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
“Kami fokus mendorong pengembangan ekonomi kreatif serta agenda strategis seperti Jakarta Economic Forum dan Jakarta Kreatif Festival agar menjadi sumber pertumbuhan baru, sehingga ekonomi Jakarta tetap tumbuh tinggi, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Boy)
