JAKARTA (Suara Karya): Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat upaya mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas hingga mampu bersaing di pasar internasional. Langkah tersebut dilakukan melalui Program JAWARA dan Export Coaching Program (ECP) 2026 yang resmi dibuka di Jakarta, Selasa (12/5/2025).
Antusiasme pelaku usaha terhadap program pendampingan tersebut terlihat dari tingginya jumlah pendaftar. Sebanyak 879 UMKM tercatat mendaftar untuk mengikuti Program JAWARA. Dari jumlah itu, 352 UMKM dinyatakan lolos mengikuti JAWARA Go-Onboard, sementara masing-masing 40 UMKM terpilih mengikuti pendampingan intensif pada program Go-Sustain, Go-Tourism, dan Go-Export.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Lily Mochamad Sadeli mengatakan pengembangan UMKM menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung penguatan sektor riil dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
“Di tengah dinamika perdagangan global dan perubahan preferensi pasar, UMKM dituntut untuk terus meningkatkan kualitas SDM dalam peningkatan mutu produk, memperkuat branding, memanfaatkan digitalisasi, serta memenuhi standar pasar internasional,” ujar Lily dalam keterangannya, Selasa (12/5).
Menurut Lily, pendampingan yang terstruktur menjadi penting agar pelaku usaha lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga memiliki kesiapan untuk memperluas pasar ke tingkat global. Karena itu, Program JAWARA dirancang sebagai program pengembangan UMKM secara menyeluruh atau end-to-end.
Program tersebut mencakup onboarding digital, penguatan praktik bisnis berkelanjutan, pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, hingga perluasan akses pasar ekspor. BI DKI Jakarta berharap pendekatan tersebut dapat membantu UMKM meningkatkan daya saing dan kualitas usaha secara berkelanjutan.
Selain Program JAWARA, BI DKI Jakarta juga menjalankan Export Coaching Program (ECP) 2026 untuk mencetak UMKM berorientasi ekspor. Sebanyak 122 UMKM mendaftar dalam program tersebut dan 30 UMKM terpilih untuk mendapatkan pendampingan intensif hingga September 2026.
Tak hanya fokus pada ekspor, Bank Indonesia DKI Jakarta juga memperkuat ekosistem pengembangan UMKM melalui sejumlah program lain, seperti Citra Nusa untuk pengembangan UMKM wastra dan kriya, serta Cangkir Barista yang diarahkan untuk mendorong transformasi barista menjadi coffeepreneur.
Berbagai business matching pembiayaan dan ekspor juga akan digelar guna mempertemukan UMKM dengan buyer domestik maupun internasional. Seluruh rangkaian program tersebut nantinya diperkuat melalui penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 pada 4–5 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta.
Lily berharap kolaborasi lintas lembaga dan pendampingan yang berkelanjutan dapat membuat UMKM Jakarta semakin siap bersaing di pasar domestik maupun global.
“Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas produk UMKM, tetapi juga membuka peluang pasar baru serta memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” katanya. (Boy)
