JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta memperkuat kolaborasi untuk mendorong industri perfilman sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di ibu kota. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global berbasis kreativitas dan inovasi.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan silaturahmi dan diskusi pengembangan industri perfilman yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Kamis (8/5/2026). Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan, jajaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, staf khusus gubernur, hingga perwakilan komunitas perfilman.
Dalam kesempatan itu, Rano Karno menyampaikan apresiasi terhadap dukungan aktif Bank Indonesia dalam membangun ekosistem industri kreatif, khususnya perfilman. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga strategis seperti Bank Indonesia menjadi fondasi penting dalam menciptakan ruang kreatif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan bagi generasi muda Jakarta.
“Kolaborasi ini membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak muda untuk berkarya sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rano Karno dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan menilai industri perfilman memiliki dampak ekonomi yang luas karena mampu menggerakkan berbagai sektor lain secara bersamaan. Mulai dari pariwisata, kuliner, transportasi, hingga sektor hospitality disebut ikut terdorong ketika industri film berkembang secara sehat.
“Industri perfilman bukan sekadar ruang ekspresi kreatif, tetapi juga memiliki multiplier effect yang besar terhadap perekonomian,” kata Iwan. Ia menegaskan Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, termasuk melalui penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival 2026.
Dalam forum tersebut, Ketua Yayasan Ruang Sinema Jakarta juga memaparkan perkembangan penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026. Hingga akhir April 2026, sebanyak 178 karya film tercatat telah masuk dalam kompetisi pelajar dan mahasiswa, sementara 64 proposal tercatat mengikuti program Jakarta Film Fund.
Tingginya partisipasi tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Jakarta memiliki potensi besar dalam melahirkan talenta-talenta perfilman muda yang kompetitif. Melalui tema “Jakarta Kota Kita”, JYFF 2026 diharapkan menjadi ruang strategis untuk mengasah kreativitas sekaligus memperkuat daya saing ekonomi kreatif Jakarta. (Boy)
