Suara Karya

Dharma Jaya Percepat Impor 7.500 Sapi dari Australia, Antisipasi Gangguan Pasokan Global

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat penguatan stok pangan dengan menambah impor sapi hidup dari Australia melalui Perumda Dharma Jaya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan daging di tengah ancaman gangguan rantai pasok global akibat situasi geopolitik dan perubahan iklim.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Pemprov DKI terus memperkuat ketahanan pangan melalui kerja sama dengan daerah penghasil pangan serta penambahan stok komoditas strategis, termasuk daging sapi.

Menurut Pramono, ancaman cuaca ekstrem seperti El Nino menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi produksi pangan di sejumlah daerah. Karena itu, Pemprov DKI juga menyiapkan dukungan bagi daerah mitra, salah satunya melalui bantuan pompa air untuk menjaga produksi tetap berjalan.  

Untuk sektor daging, Pramono mengaku telah memberikan persetujuan kepada Perumda Dharma Jaya untuk mempercepat masuknya sapi impor dari Australia. Sebelumnya, sekitar 3.000 ekor sapi telah lebih dulu didatangkan ke Jakarta.

“Kali ini targetnya 7.500 ekor. Saya izinkan untuk segera dimasukkan. Lebih baik stoknya sudah ada di Jakarta daripada masih harus menunggu di luar,” ujar Pramono baru-baru ini.  

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menjelaskan percepatan pengadaan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi hambatan distribusi pangan global, terutama untuk komoditas impor. Salah satu risiko yang diwaspadai adalah keterbatasan kapal pengangkut serta kemungkinan terganggunya pasokan bahan bakar.

Selain itu, negara-negara produsen disebut mulai memperketat cadangan pangan domestik mereka sehingga berpotensi memengaruhi arus perdagangan internasional. Kondisi tersebut membuat Dharma Jaya memilih mempercepat pembelian stok selagi situasi dinilai masih relatif stabil.  

Raditya menyebut pengadaan sapi dilakukan secara bertahap karena keterbatasan slot pengiriman kapal. Hingga kini, sekitar 1.500 ekor telah masuk dalam tiga tahap pengiriman dan tambahan 1.000 ekor segera menyusul. Dengan demikian, total sekitar 2.500 ekor diperkirakan tersedia dalam waktu dekat.

Ia menargetkan seluruh pengadaan 7.500 ekor sapi dapat rampung pada Juni atau Juli mendatang. Namun, proses distribusi harus menyesuaikan jadwal kapal yang juga digunakan banyak vendor lain menuju Indonesia.  

Di sisi lain, Dharma Jaya juga mulai memperkuat pengembangan sapi lokal untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan impor. Perusahaan daerah tersebut disebut telah menjalin kemitraan dengan sejumlah daerah penghasil sapi dan akan memperluas kerja sama tersebut sebagai bagian dari strategi diversifikasi pangan.  

Sementara untuk komoditas unggas, Dharma Jaya memastikan pasokan ayam di Jakarta masih dalam kondisi aman. Perusahaan juga tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas pasokan setelah momentum Iduladha.  (Boy)

Related posts