Suara Karya

Hardiknas 2026 di Mutiara Baru: Bangun Generasi Islami, Mandiri, dan Cerdas

BEKASI (Suara Karya): Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimaknai secara berbeda oleh Yayasan Mutiara Baru. Tak sekadar seremoni tahunan, Hardiknas dijadikan momentum untuk menunjukkan bahwa pendidikan sejatinya adalah proses membangun manusia seutuhnya.

Melalui Gebyar Hardiknas 2026 yang berlangsung selama 27 April hingga 2 Mei 2026, Yayasan Mutiara Baru menggelar rangkaian kegiatan yang tak hanya meriah, tetapi juga sarat pesan pendidikan.

Mengusung tema ‘Pendidikan yang Menggerakkan Semesta, Membangun Generasi Islami, Mandiri, dan Cerdas’, kegiatan tersebut menjadi potret nyata pendidikan yang hidup dan berdampak.

Seluruh unit pendidikan di bawah Yayasan Mutiara Baru terlibat aktif, mulai dari Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT), SDIT, SMPIT, SMAI hingga SMKI.

Kolaborasi lintas jenjang itu menunjukkan kekuatan sistem pendidikan terintegrasi yang tak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan sejak dini.

Gebyar Hardiknas tahun ini semakin semarak karena memperebutkan Piala Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, lengkap dengan hadiah lomba, sertifikat, hingga beasiswa dari yayasan bagi para pemenang.

Ratusan siswa dari berbagai sekolah di Kota Bekasi ikut ambil bagian, menjadikan ajang ini sebagai ruang kompetisi sehat, sekaligus wadah pengembangan potensi.

Dukungan pemerintah daerah terlihat nyata melalui kehadiran Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Chondro Wibhowo MS, SE, yang secara langsung membuka turnamen futsal antar-SMP se-Kota Bekasi.

Kehadirannya menjadi simbol sinergi kuat antara pemerintah dan lembaga pendidikan dalam membangun kualitas generasi muda.

Pelaksanaan kegiatan dikomandoi oleh Kepala SMKI Mutiara Baru, Dika Sapta Pribadi, SKom, yang sukses mengorkestrasi seluruh rangkaian acara secara terstruktur, dinamis, dan profesional. Guru, siswa, orang tua, hingga mitra sekolah terlibat aktif dalam menyukseskan agenda besar tersebut.

Beragam kegiatan digelar dengan pendekatan pendidikan yang holistik, mulai dari lomba kreativitas, hafalan surat Al-Qur’an, kompetisi berintegritas yang menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab, hingga doa bersama bertajuk ‘Mengetuk Pintu Langit’.

Turnamen futsal antar-SMP menjadi salah satu magnet utama. Selain menumbuhkan sportivitas dan semangat kompetisi sehat, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan di kalangan pelajar.

Di bidang akademik, pelaksanaan Try Out PSAJ menjadi salah satu agenda unggulan. Ratusan siswa mengikuti ujian dengan serius dan penuh integritas. Suasana yang tertib dan disiplin menunjukkan kesiapan mereka menghadapi ujian akhir sekaligus mencerminkan budaya belajar yang kuat.

Tak hanya itu, panggung seni dan kreativitas juga menjadi bagian penting dalam Gebyar Hardiknas. Penampilan tari saman, tari nusantara, hingga berbagai pertunjukan budaya menjadi ruang ekspresi sekaligus upaya pelestarian budaya bangsa.

Menariknya, semangat pendidikan juga dihubungkan dengan pembentukan jiwa wirausaha. Melalui unjuk karya ‘Young Entrepreneur’, siswa SMPIT menunjukkan, semangat berbisnis dan kemandirian telah ditanamkan sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Kegiatan ini juga memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar melalui bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal. Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dukungan penuh datang dari komite sekolah dan orang tua. Ketua Komite TKSDIT Steffani Anggraita Sari, SKom, MM dan Ketua Komite SMPIT Wiwin Widiyaningsih bersama para orang tua berperan aktif dalam menyukseskan acara.

Kolaborasi ini kembali menegaskan, pendidikan terbaik lahir dari kerja sama erat antara sekolah dan keluarga.

Direktur Pendidikan Mutiara Baru, Dr Rita Hastuti, MPd mewakili yayasan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, mitra, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Ia juga berpesan kepada para siswa agar selalu mengutamakan adab sebelum ilmu, serta tidak melupakan restu orang tua dalam setiap langkah meraih cita-cita.

Di bawah pembinaan Drs Soeharto, MBA, Yayasan Mutiara Baru terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kemandirian.

Gebyar Hardiknas 2026 menjadi bukti bahwa pendidikan terbaik bukan hanya soal nilai rapor, tetapi tentang bagaimana sekolah mampu menyiapkan generasi yang siap memimpin masa depan. Pendidikan yang hidup adalah pendidikan yang menggerakkan semesta. (Tri Wahyuni)

Related posts