JAKARTA (Suara Karya): Persaingan ketat mewarnai Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Wilayah III Tahun 2026. Dari puluhan kandidat terbaik hasil seleksi kampus, terpilih 7 mahasiswa untuk berkompetisi atas nama Jakarta di tingkat nasional.
Kepala Bagian Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Tri Munanto menjelaskan, Pilmapres tak sekadar lomba akademik, melainkan arena pembuktian bagi mahasiswa untuk menunjukkan kapasitas intelektual, kepemimpinan, inovasi, hingga kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ajang tahunan yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini menjadi salah satu barometer lahirnya calon pemimpin muda bangsa.
Di tingkat wilayah Jakarta, seleksi difasilitasi oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III. Terdapat 23 finalis lolos tahap desk evaluation, yang terdiri atas 15 mahasiswa jenjang sarjana dan 8 mahasiswa jenjang diploma.
Mereka kemudian bertarung dalam seleksi tahap akhir pada 29-30 April 2026 di kampus Universitas Pertamina. Kegiatan didukung PT Kalbe Farma Tbk dan Bank Tabungan Negara (BTN).
“Penilaian dilakukan secara komprehensif, mulai dari capaian unggulan, gagasan kreatif, hingga kemampuan berbahasa Inggris,” ungkapnya.
Semua peserta yang berhasil menembus tahap wilayah, sejatinya sudah menjadi pemenang karena telah melewati proses seleksi yang sangat ketat dari kampus masing-masing.
“Siapapun yang mewakili wilayah DKI Jakarta, semoga bisa tampil lebih baik lagi di tingkat nasional. Bagi mahasiswa yang belum terpilih, tak perlu berkecil hati,” ujarnya.
Menurutnya, Pilmapres juga menjadi ruang pembinaan karakter dan penguatan kapasitas diri mahasiswa, bukan hanya soal menang dan kalah.
Hal senada disampaikan Kepala LLDikti Wilayah III, Dr Henri Tambunan. Pilmapres diharapkan menjadi katalis lahirnya mahasiswa unggul yang tak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Semua finalis adalah pemenang karena telah melewati proses seleksi yang tidak mudah dan sangat ketat. Tunjukkan potensi terbaikmu, dan jadikan kesempatan ini sebagai pengalaman berharga untuk terus berkembang,” katanya.
Seleksi akhir wilayah menghadirkan 6 dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi terkemuka, yakni Prof Teddy Mantoro; Dr Wachyu Hari Haji; Dr Dora Angelina Siagian; Past Novel Larasaty, MA; Dr Tipri Rose Kartika; serta Dr Arie Sukma Jaya.
Dalam acara penganugerahan Mahasiswa Berprestasi Wilayah III Tahun 2026 pada 30 April 2026, diumumkan 4 mahasiswa terbaik jenjang sarjana dan 3 mahasiswa terbaik jenjang diploma yang resmi menjadi wakil Jakarta di tingkat nasional.
Untuk jenjang sarjana, Top 4 diraih Tiffney Tyara Setyoko dari Universitas Pelita Harapan; Fayana Ailisha Davianny dari Universitas Indonesia; Stanley Nathanael Wijaya dari Universitas Bina Nusantara; dan Angeline Chandra dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Di jenjang diploma, Top 3 terbaik diraih Athiyah dari Politeknik Negeri Media Kreatif; Maudy Safitri Zaya dari Universitas Negeri Jakarta; dan Benecia Glory Shevania Valerie dari Institut Pariwisata (IP) Trisakti. (Tri Wahyuni)
