Suara Karya

Dharma Jaya Perkuat Konsolidasi BUMD, Siapkan Strategi Ketahanan Pangan Jakarta

JAKARTA (Suara Karya): Perumda Dharma Jaya memperkuat konsolidasi internal dan sinergi antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan Ibu Kota. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi dinamika global yang berpotensi mengganggu pasokan bahan pangan, khususnya komoditas impor.  

Langkah konsolidasi tersebut sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang mendorong BUMD agar tidak hanya fokus pada pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral demi memperkuat sinergi antarperusahaan daerah.  

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan bahwa penguatan tata kelola perusahaan menjadi fokus utama dalam strategi ini. Penerapan prinsip good corporate governance (GCG) terus ditingkatkan untuk memastikan transparansi, profesionalisme, dan integritas dalam operasional perusahaan.  

“Penilaian GCG kami terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Ini menjadi indikator bahwa perbaikan tata kelola berjalan sesuai arah yang diharapkan,” ujar Raditya, melalui keterang tertulisnya, Senin (27/4-2026)..  

Dalam hal kolaborasi, Dharma Jaya terus memperkuat koordinasi dengan BUMD lain, termasuk Food Station Cipinang. Sinergi tersebut difokuskan pada penguatan cadangan stok serta program stabilisasi harga seperti bazar pangan. Jika terjadi gejolak pasar, kerja sama akan ditingkatkan secara lebih intensif.  

Untuk mengantisipasi potensi kelangkaan, khususnya daging sapi impor, perusahaan telah menyiapkan langkah konkret dengan meningkatkan rencana pembelian sapi dari 500 menjadi 1.000 ekor. Kebijakan ini diambil sebagai upaya memperkuat stok di tengah ketidakpastian pasokan global.  

Selain daging sapi, ketersediaan protein hewani lain seperti ayam juga menjadi perhatian. Dharma Jaya mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil di Pulau Jawa, termasuk Blitar, guna memastikan distribusi tetap lancar dan harga tetap stabil.  

Raditya menegaskan bahwa strategi ini merupakan langkah jangka pendek hingga satu tahun ke depan dalam merespons kondisi global yang dinamis. Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat kontribusi di tingkat nasional melalui kerja sama dengan BUMN dan daerah produsen, tanpa mengganggu keseimbangan pasar di wilayah asal.  

Ia mengungkapkan, sekitar 98 persen kebutuhan pangan Jakarta masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Oleh karena itu, kolaborasi lintas wilayah menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan pasokan pangan bagi masyarakat.  

Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan BUMD Pemprov DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, menyampaikan bahwa penguatan kinerja BUMD juga didorong melalui pembiayaan kreatif. Pada triwulan pertama 2026, fasilitas kredit dari Bank DKI telah diberikan kepada sejumlah BUMD, termasuk Dharma Jaya, untuk meningkatkan kapasitas usaha.  

Dengan penguatan konsolidasi, tata kelola, dan kolaborasi, Dharma Jaya optimistis mampu menjaga ketahanan pangan Jakarta sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas pangan nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.  (Boy)

Related posts