Suara Karya

Perkuat Budaya Mutu, LLDikti Wilayah III Perbarui Pola Pembinaan SPMI Kampus

JAKARTA (Suara Karya): Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III menggelar kegiatan pemutakhiran Pola Pembinaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan di perguruan tinggi.

Kegiatan yang digelar secara hibrida tersebut diikuti sekitar 250 perwakilan dari perguruan tinggi se-Jakarta. Kegiatan berlangsung di kampus Universitas Dian Nusantara, Jakarta, pada Selasa (9/6/26).

Rektor Universitas Dian Nusantara, Prof Dr H Suharyadi dalam sambutannya menyampaikan, penguatan SPMI merupakan bagian penting dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan di perguruan tinggi.

Ia juga mengapresiasi upaya LLDikti Wilayah III dalam memfasilitasi forum pembelajaran dan berbagi praktik baik antar perguruan tinggi. Kegiatan diadakan di Universitas Dian Nusantara, karena menjadi salah satu dari 10 perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III yang masuk dalam Tipologi 1 pada pemetaan Tipologi SPMI Semester 2 Tahun 2025 lalu.

“Kami harap pengalaman dan komitmen yang telah dibangun dapat menginspirasi kita semua untuk terus memperkuat komitmen menuju budaya mutu yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, LLDikti Wilayah III berupaya menyelaraskan pola pembinaan SPMI dengan arah kebijakan yang berlaku, sehingga sistem penjaminan mutu tidak hanya berfokus pada pemenuhan standar, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas dan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

Kegiatan itu menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara LLDikti, perguruan tinggi, dan para pembina mutu dalam mewujudkan ekosistem penjaminan mutu yang lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

Para peserta dengan antusias mempelajari berbagai pembaruan kebijakan, strategi, dan pendekatan pembinaan SPMI.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi peserta untuk berbagi pengalaman, praktik baik, serta mendiskusikan tantangan yang dihadapi dalam implementasi penjaminan mutu di perguruan tinggi.

Melalui diskusi dan pemaparan materi dari narasumber, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan SPMI secara lebih efektif guna mendorong peningkatan mutu yang berkelanjutan dan berdampak.

Kepala LLDikti Wilayah III, Dr Henri Tambunan dalam sambutannya, menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberi dampak nyata bagi penguatan mutu perguruan tinggi.

“Kami harap pemutakhiran pola pembinaan ini dapat memperkuat implementasi SPMI di perguruan tinggi, meningkatkan kesiapan dalam menghadapi akreditasi, serta mendukung terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang baik, unggul, akuntabel, relevan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

SPMI yang berjalan secara efektif tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan standar mutu, tetapi juga menjadi fondasi bagi perguruan tinggi dalam mewujudkan perbaikan berkelanjutan dan menghasilkan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan bangsa.

Kegiatan bimbingan teknis ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Dr Magdalena Surjaningsih Halim, dan Dr Ir Desiana Vidayanti.

Pada sesi pertama, peserta memperoleh pemaparan mengenai Diferensiasi Misi Perguruan Tinggi dan SPMI. Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya penyelarasan sistem penjaminan mutu dengan karakteristik, visi, dan misi masing-masing perguruan tinggi agar implementasi SPMI dapat berjalan lebih efektif dan berdampak.

Sesi itu juga dilengkapi dengan diskusi dan tanya jawab yang memberi ruang bagi peserta untuk mendalami berbagai tantangan dan praktik baik dalam pelaksanaan SPMI.

Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti simulasi penggunaan sistem https://dashboard-lldikti3.kemdiktisaintek.go.id/login yang dipandu Tim Kerja Penjaminan Mutu, bersama Kepala Penjaminan Mutu Universitas Dian Nusantara, serta Dr Ir Desiana Vidayanti selaku narasumber dan tim fasilitator wilayah.

Materi yang disampaikan meliputi pengantar sistem, simulasi dan contoh pengisian Laporan Implementasi Diri, hingga simulasi penilaian laporan implementasi oleh fasilitator wilayah.

Melalui sesi praktik itu, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme pelaporan dan evaluasi implementasi SPMI sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, LLDikti Wilayah III berharap perguruan tinggi semakin mampu mengimplementasikan SPMI secara efektif dan berkelanjutan sebagai fondasi peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Penguatan budaya mutu yang konsisten diharapkan tidak hanya mendukung pencapaian standar dan akreditasi, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi, tata kelola yang unggul, serta layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, implementasi SPMI yang kuat diharapkan dapat menghasilkan perguruan tinggi yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas dan berdampak. (Tri Wahyuni)

Related posts