Suara Karya

Dilantik Jadi Ketum PB Percasi, Agustiar Sabran Siap Melanjutkan Program GM Utut Adianto

JAKARTA (Suara Karya) : Tanpa basa – basi Agustiar Sabran setelah dilantik jadi Ketua Umum PB Percasi periode 2023 – 2026 siap melanjutkan program pembinaan atlet yang telah dirintis seniornya, yaitu GM Utut Adianto.

Pelantikan tersebut dilakukan Ketua Umum KONI Pusat Letjen (Purn) Marciano Norman di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Senin (27/7/2026)
serta dihadiri Ketua Umum PB Percasi periode sebelumnya, Grand Master Utut Adianto.

Agustiar yang sebelumnya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional PB Percasi pada 11 April 2026, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat catur di Indonesia.

“Hari ini kami resmi dilantik. Pelantikan dihadiri Ketua KONI serta Ketua Umum sebelumnya, jadi kami memimpin organisasi untuk masa bakti 2026-2030,” kata Agustiar kepada awak media usai pelantikan.

Agustiar menegaskan, kepengurusan baru akan mempertahankan fondasi organisasi yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Menurutnya, berbagai program yang dinilai berhasil akan dilanjutkan, sementara kekurangan akan menjadi bahan evaluasi untuk diperbaiki.

“Apa yang telah disampaikan ketua sebelumnya menjadi fondasi yang kuat. Kami akan mempertahankan program-program yang sudah baik dan memperbaiki hal-hal yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
.
Ia juga menegaskan, komitmennya untuk terus memajukan olahraga catur melalui berbagai program pembinaan. Salah satu fokus utama kepengurusan baru ialah memperluas pengembangan catur hingga ke lingkungan pendidikan.

“Kami akan terus berikhtiar dan bekerja keras untuk memajukan olahraga catur di Indonesia. Kami juga ingin mendorong catur menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah,” ucap Agustiar.

Menurut Agustiar, olahraga catur tidak hanya melatih kemampuan berpikir, tetapi juga membentuk karakter generasi muda. Ia menilai permainan catur mengajarkan nilai disiplin, kerja sama, kesabaran, dan proses dalam mencapai tujuan.

“Di dalam permainan catur terdapat nilai persatuan, gotong royong, disiplin, dan proses. Seperti pion yang harus melalui tahapan untuk mencapai tujuan, setiap pemain juga belajar pentingnya kerja keras dan kesabaran,” katanya.
Saat terpilih pada Munas PB Percasi,

Agustiar juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh pengurus provinsi. Ia berjanji menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan olahraga catur nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Percasi seluruh Indonesia dan khususnya kepada Ketua Umum sebelumnya, Pak GM Utut Adianto. Amanah yang diberikan akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Agustiar mengungkapkan salah satu visi kepengurusannya adalah memasyarakatkan olahraga catur hingga ke akar rumput. Untuk mewujudkannya, PB Percasi akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan agar catur dapat menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Dalam program jangka pendek, kata Gubernur Kalimantan Tengah yang pecinta olahraga catur akan merealisasikan komitmen awal terkait pengembangam program ‘Catur Masuk Sekolah’. Apalagi, PB Percasi di bawah kepemimpinan GM Utut Adianto sudah bekerjasama dengan BPK Penabur dalam pengembangan olahraga catur di kalangan pelajar.

“Selama ini PB Percasi telah menggandeng BPK Penabur yang menjadikan catur sebagai olahraga ekstra kulikuler. Tidak hanya itu, BPK Penabur juga telah menggelar kompetisi antar pelajar SD, SMP, dan SMA tingkat nasional dan internasional. Makanya, kita akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, yang menjadi pemangku kepentingan di sekolah,” ungkapnya.

“Tentunya untuk memasyarakatkan olahraga catur hingga ke akar rumput, bahkan ke sekolah-sekolah. Kami akan berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan agar ekstrakurikuler catur dapat dikembangkan,” tuturnya.

Terkait minimnya jumlah pecatur bergelar Grandmaster (GM) di Indonesia saat ini, Agustiar menegaskan komitmennya untuk melakukan langkah nyata dalam mencetak regenerasi pecatur unggulan nasional. Salah satu caranya adalah memperbanyak kejuaraan skala internasional “FIDE Rated” atau mengirim pecatur muda ke event luar negeri yang bisa meningkatkan elo rating pecatur Indonesia.

“Target jangka panjang kita mencetak Grand Master lebih banyak untuk mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Lagu Indonesia Raya di ajang single maupun multi event internasional,” ungkapnya mengenai skema percepatan lahirnya GM-GM baru.

Sebelumnya, GM Utut Adianto optimistis kepemimpinan Agustiar mampu membawa PB Percasi semakin berprestasi. Menurutnya, Agustiar memiliki kecintaan terhadap olahraga catur serta dukungan sumber daya yang memadai untuk memajukan organisasi.

“Kita mendoakan Pak Agustiar memiliki kecintaan luar biasa terhadap catur. Beliau juga pasti akan mencurahkan waktu dan tim terbaiknya untuk kemajuan catur Indonesia,” kata Utut.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyatakan catur telah menorehkan sejumlah prestasi membanggakan. Terakhir pada SEA Games Thailand 2025 dengan menyumbangkan 1 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Lalu, meraih 4 medali emas, 1 medali perak, dan 2 medali perunggu pada 9th Eastern Asia Youth Chess Championship 2025 di Zhuhai, China.

“Prestasi ini menjadi bukti kerja keras para atlet, pelatih, dan jajaran pengurus PB Percasi, Pengprov Percasi, hingga pengurus Kabupaten/Kotamadya. Dan, KONI Pusat berkomitmen untuk terus mendukung program pembinaan prestasi PB Percasi agar mampu melahirkan atlet-atlet berkelasdunia dan meraih prestasi lebih tinggu pada berbagai kejuaraan internasional,” katanya. (Warso)

 

 

 

 

Related posts