BANDUNG (Suara Karya): Program Indonesia Pintar (PIP) tak sekadar beri bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, tetapi juga memberi harapan baru bagi mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
Semangat itu terlihat dari para murid penerima PIP di SLB Negeri Cicendo Bandung, yang kini semakin percaya diri menatap masa depan.
Di sekolah khusus bagi murid tuna rungu tersebut, bantuan PIP tahun 2026 disalurkan kepada 26 murid.
Penyerahan buku tabungan dan kartu ATM kepada perwakilan penerima menjadi simbol hadirnya negara dalam memastikan setiap anak tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan.
Murid kelas XII, Inesta Aurelia, menjadi salah satu penerima yang merasakan langsung manfaat program tersebut. Sejak menerima PIP pada 2024, ia mengaku semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Dengan adanya PIP, saya jadi lebih semangat belajar dan ingin melanjutkan pendidikan sampai kuliah,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Muhammad Rio, murid kelas IX yang telah menerima bantuan sejak 2022. Bantuan itu membantu memenuhi kebutuhan sekolah sekaligus mendukung minatnya di bidang desain grafis.
“PIP sangat membantu kebutuhan sekolah dan membuat saya semakin semangat belajar. Saya sekarang sedang mendalami desain grafis,” tuturnya.
Cerita para murid itu menunjukkan bahwa PIP bukan hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga menumbuhkan optimisme dan keberanian anak-anak untuk mengembangkan potensi diri.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan, PIP merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“PIP memiliki tujuan utama untuk memutus rantai kemiskinan dan mengurangi angka putus sekolah. Karena itu, penyalurannya harus benar-benar tepat sasaran,” kata Atip saat menyerahkan PIP secara simbolik kepada sejumlah siswa di SLB Cicendo Bandung, Rabu (6/5/26).
Hadir pula dalam kesempatan itu, Utusan Khusus Presiden untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Rafi Ahmad; Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Jaksa Agung Muda Intelijen, Reda Manthovani; Sekjen Kemendikdasmen, Suharti.
Untuk memastikan bantuan diterima oleh peserta didik yang berhak, Kemendikdasmen bersama Kejaksaan Republik Indonesia memperkuat pengawasan melalui sistem JAGA Indonesia Pintar.
“Melalui sistem baru ini, kami ingin memastikan program berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” katanya.
Kepala SLB Negeri Cicendo, Santi Komaladini menyampaikan, program tersebut sangat membantu murid berkebutuhan khusus dan keluarganya.
“Alhamdulillah pada periode ini ada 26 murid yang mendapat bantuan PIP. Program sangat bermanfaat bagi anak-anak kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses penyaluran dilakukan secara terbuka mulai dari pendataan melalui Dapodik, koordinasi dengan orang tua, hingga pencairan dana secara mandiri melalui bank oleh masing-masing penerima.
Guru SLB Negeri Cicendo, Lina Marlina menambahkan, sebagian murid telah menerima pencairan dana tanpa kendala. Dari total penerima, 9 murid sudah mencairkan bantuan, terdiri atas tiga murid SDLB, dua murid SMPLB, dan empat murid SMALB.
“Proses pencairan berjalan baik dan lancar,” katanya.
Penguatan pengawasan dan keterlibatan berbagai pihak diharapkan membuat Program Indonesia Pintar semakin tepat sasaran, sehingga lebih banyak anak Indonesia dapat terus belajar, berkembang, dan mengejar cita-cita mereka tanpa terhambat persoalan ekonomi. (Tri Wahyuni)
