Suara Karya

Bulog Siapkan 100 Gudang Baru untuk Tampung 4 Juta Ton Beras Jelang Panen Raya Nasional

Screenshot

JAKARTA (Suara Karya): Perum Perum Bulog mempersiapkan pembangunan 100 gudang baru sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas penyimpanan beras nasional menjelang panen raya. Langkah ini ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan serapan beras petani sekaligus mendukung target penambahan cadangan beras pemerintah hingga 4 juta ton.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa penyiapan gudang baru menjadi bagian dari strategi jangka menengah Bulog dalam menghadapi peningkatan pasokan beras nasional. Selain pembangunan gudang baru, Bulog juga mengoptimalkan gudang yang sudah ada serta memanfaatkan gudang sewa.

“Kami menyiapkan langkah operasional, termasuk penyiapan gudang tambahan untuk mendukung penugasan penyerapan hingga 4 juta ton beras,” ujar Rizal dalam keterangannya, Jumat (23/1/2025).

Saat ini, Bulog tercatat memiliki 1.586 unit gudang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Di luar itu, Bulog juga menyewa lebih dari 100 gudang tambahan guna memperkuat kapasitas penyimpanan nasional.

Rizal menjelaskan, dari total gudang yang tersedia saat ini, ruang penyimpanan yang masih kosong mencapai sekitar 900 ribu ton. Selain itu, Bulog telah menginstruksikan seluruh kantor wilayah dan cabang untuk menyiapkan gudang cadangan, yang menghasilkan tambahan kapasitas sekitar 1,2 juta ton.

“Jika digabungkan, ruang kosong sekitar 900 ribu ton ditambah gudang cadangan 1,2 juta ton, total kapasitas yang siap digunakan mencapai sekitar 2,1 juta ton. Ini menjadi buffer awal yang cukup aman,” jelasnya.

Meski demikian, Bulog tetap memproyeksikan kebutuhan kapasitas yang lebih besar. Pasalnya, Bulog memperkirakan akan menampung tambahan pasokan beras hingga 4 juta ton, sementara stok beras yang saat ini berada di gudang Bulog masih berada di kisaran 3,2 juta ton.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga mendorong peningkatan serapan beras pada panen raya 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan penyerapan beras sebesar 2 hingga 2,5 juta ton guna memenuhi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta menjaga harga gabah di tingkat petani.

“Minimal kita serap 2 juta ton, kalau bisa sampai 2,5 juta ton,” ujar Amran usai Rapat Koordinasi Terbatas Penetapan CPP Tahun 2026 di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).

Untuk mendukung target tersebut, Rizal mengungkapkan bahwa pembangunan 100 gudang baru akan didukung anggaran sekitar Rp5 triliun. Aturan terkait pembangunan gudang tersebut akan dituangkan dalam Instruksi Presiden yang rencananya diteken Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.

“Untuk pembangunan 100 gudang ini, dukungan anggaran sudah disiapkan dan Instruksi Presiden akan segera diterbitkan,” kata Rizal dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (21/1/2026).

Rizal menambahkan, pembangunan gudang baru nantinya akan terintegrasi dengan infrastruktur pendukung seperti penggilingan padi (rice milling unit), pengering, serta silo untuk penyimpanan beras dan jagung. Penentuan jenis fasilitas akan disesuaikan dengan potensi komoditas unggulan di masing-masing daerah.

Pada tahap awal, pembangunan gudang akan difokuskan di wilayah terjangkau seperti Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Tahap selanjutnya akan menyasar wilayah pulau terluar, dengan target realisasi pembangunan dimulai pada 2026. (Boy)

Related posts