JAKARTA (Suara Karya): Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai semakin mengubah cara perusahaan berinovasi dan membangun hubungan dengan konsumen. Di tengah persaingan bisnis yang makin ketat, perusahaan tidak lagi cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan inovasi yang cepat, relevan, dan berdampak.
Hal tersebut mengemuka dalam The 38th INFOBRAND FORUM 2026 bertema “AI-powered Innovation: For Faster, Cheaper, and Impactful Product Innovation” yang digelar INFOBRAND.ID bersama TRAS N CO Indonesia di Lumire Hotel & Convention Center, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Forum tersebut menghadirkan Pengajar dan Peneliti Global Business Marketing BINUS Business School sekaligus Founder Inspark Indonesia, Dr. Wahyu Tri Setyobudi sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa inovasi kini menjadi kebutuhan utama perusahaan untuk bertahan di tengah perubahan perilaku konsumen dan disrupsi teknologi.
Menurut Wahyu, pemanfaatan AI membuka peluang besar bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, hingga personalisasi dalam pengembangan produk maupun layanan. Dengan dukungan teknologi tersebut, perusahaan dinilai dapat menghadirkan inovasi yang lebih cepat sekaligus memiliki nilai tambah bagi konsumen.
“Perusahaan harus mampu berinovasi lebih dari sekadar baik menjadi superior. AI memberikan peluang besar untuk menciptakan proses inovasi yang lebih efektif dan berdampak,” ujarnya dalam seminar tersebut.
CEO INFOBRAND.ID, Susilowati Ningsih mengatakan forum ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis bagi para pelaku usaha dalam mengintegrasikan AI ke dalam strategi bisnis mereka. Menurutnya, penggunaan AI bukan hanya bertujuan mempercepat proses inovasi, tetapi juga menciptakan dampak yang lebih luas bagi pasar dan konsumen.
Selain forum diskusi, INFOBRAND.ID dan TRAS N CO Indonesia juga memberikan dua penghargaan kepada perusahaan yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi dan program sosial berdampak. Penghargaan pertama yakni Top Innovation Choice Award 2026 yang diberikan kepada brand dan perusahaan dengan inovasi produk atau layanan unggulan sehingga menjadi pilihan konsumen.
Sementara penghargaan kedua adalah Top CSR of The Year Special Achievement for Social Initiative “Mudik Lebaran” 2026. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil menjalankan program corporate social responsibility (CSR) selama momentum mudik Lebaran 2026 dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun karyawan.
Susilowati menyebut program mudik masih menjadi salah satu inisiatif sosial yang relevan di Indonesia. “Data Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 80 juta orang mengikuti tradisi mudik Lebaran setiap tahunnya, sehingga program CSR di bidang ini memiliki dampak sosial yang luas,” katanya.
Research Director TRAS N CO Indonesia, Panji Nurdiyan Syah menjelaskan penentuan penerima Top Innovation Choice Award 2026 dilakukan berdasarkan tiga aspek penilaian, yakni Innovation Idea, Innovation Advantage, dan Innovation Differentiation Aspect. Penilaian dilakukan terhadap lebih dari 300 inovasi produk dan layanan yang diluncurkan dalam satu tahun terakhir.
Adapun penghargaan Top CSR of The Year 2026 diberikan melalui riset TOP CSR INDEX menggunakan metode desk research berdasarkan publikasi media, media sosial resmi perusahaan, hingga situs resmi perusahaan. Penilaian dilakukan melalui parameter CSR Concept, CSR Impact, dan CSR Branding Aspect.
Sejumlah brand yang meraih Top Innovation Choice Award 2026 antara lain Viva Apotek, Mooochii, Aftermyskin, Mirugo, WINCheez, Darlie, MitraBangun.id, Hatago, FLIFE, Rica Rico Bakery, hingga Ricu’s Secret. Sedangkan penghargaan Top CSR of The Year 2026 diraih oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT Jasa Raharja. (Boy)
