IKPI, Jakarta: Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Arlyana Abubakar, menyampaikan bahwa perluasan digitalisasi menjadi kunci untuk mendukung ekonomi Jakarta yang inklusif, resilient, dan berkelanjutan. Dalam pidatonya pada acara ‘Sapa Pagi’ QRIS Fun Zumba 2025 di Plaza Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2025) Arlyana menekankan bahwa digitalisasi yang kuat akan semakin memperkokoh daya saing Jakarta sebagai kota global yang menjadi pusat perdagangan, layanan jasa, keuangan, serta kegiatan bisnis nasional dan internasional.
QRIS Fun Zumba, yang merupakan bagian dari rangkaian acara FORWRD Jakarta (Fostering Innovation, Empowering a World-Class Digital), diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat inovasi dan digitalisasi, dengan fokus pada penguatan ekosistem pembayaran digital dan peningkatan literasi digital masyarakat. Kegiatan ini juga bagian dari perayaan HUT Ke-50 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang menjadi platform untuk mendorong kampanye QRIS yang inklusif, terutama di sektor pariwisata.
Arlyana juga menyampaikan bahwa QRIS telah menjadi alat penting dalam perubahan perilaku masyarakat menuju penggunaan pembayaran non-tunai. Hingga Maret 2025, volume transaksi QRIS di Jakarta mencapai 907 juta transaksi, dengan 6 juta pelaku usaha dan hampir 6 juta pengguna QRIS yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Meskipun Jakarta Selatan masih mendominasi volume transaksi, QRIS telah merambah berbagai jenis usaha dan wilayah, serta sektor-sektor prioritas seperti transportasi, pariwisata, kesehatan, dan pendidikan.
Selain acara QRIS Fun Zumba, Bank Indonesia juga menyelenggarakan Booth Edukasi dan Literasi di rangkaian FORWRD Jakarta, yang menawarkan berbagai layanan seperti QRISperiences (Photobooth QRIS, Vending Machine Snack dan minuman QRIS Rp1, serta Medical Check-Up QRIS Rp1), dan layanan pembuatan Identitas Kependudukan Digital hasil kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DISDUKCAPIL) Provinsi DKI Jakarta.
Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk memperluas akseptasi pembayaran digital, termasuk QRIS, dengan meningkatkan pengguna baru dan volume transaksi melalui optimalisasi pengalaman pengguna dan pendalaman literasi digital. Bank Indonesia juga menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan penggunaan QRIS di Jakarta dalam jangka panjang. (Boy)
