JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) menginisiasi kemitraan dengan Erajaya Group untuk memperkuat sektor industri ritel.
Untuk itu, Erajaya Group melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan 49 satuan pendidikan vokasi, di Kantor Kemdikbudristek, Senayan, Jakarta, Jumat (21/7/23).
Penandatangan dilakukan Chief Human Capital, Legal, dan CSR Erajaya Group, Jimmy Perangin Angin. Hadir menyaksikan, Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemdikbudristek, Kiki Yuliati.
Fokus kerja sama Erajaya Group dengan 49 satuan pendidikan vokasi pada peningkatan kompetensi peserta didik agar siap memasuki industri ritel. Belakangan ini, sektor ritel mulai bangkit seiring berakhirnya pandemi covid-19.
Berdasarkan prediksi Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), pertumbuhan penjualan ritel tahun ini bisa mencapai angka 4 persen dipengaruhi oleh kondisi ekonomi nasional yang kembali stabil.
Dirjen Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati mengungkapkan, kemitraan yang kuat antara satuan pendidikan vokasi dan industri ritel berdampak pada pengembangan program pendidikan vokasi yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan industri.
Kiki juga mengapresiasi konsistensi Erajaya Group yang sejak 2020 memulai kerja sama dengan SMK. Kerja sama pertama dilakukan Erajaya dan SMKN 47 Jakarta melalui praktik kerja lapangan atau magang di Store Erafone.
“Kolaborasi itu memberi manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Para siswa mendapat akses ke pengalaman praktis, pelatihan keterampilan langsung dari para profesional industri, dan pemahaman yang mendalam tentang industri ritel,” ujar Kiki.
Bagi industri ritel, kolaborasi dengan satuan pendidikan vokasi akan membuka pintu untuk merekrut bakat-bakat muda yang telah mendapatkan persiapan sesuai dengan kebutuhan industri.
Kerja sama Erajaya Group dan 49 satuan pendidikan vokasi akan berlangsung selama tiga tahun ke depan dengan lingkup kerja sama meliputi penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi SDM vokasi, dan penyediaan guru/dosen tamu.
Selain itu juga pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana, sertifikasi kompetensi, praktik kerja lapangan dan magang, rekrutmen lulusan, serta penelitian terapan (applied joint research).
Paket kerja sama yang lengkap itu, menurut Kiki, merupaka upaya nyata untuk menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan DUDI sekaligus meningkatkan daya saing lulusan vokasi.
“Terima kasih kepada Erajaya Group yang menjadi bagian dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Saya yakin ikhtiar kita bersama untuk memajukan Indonesia melalui pendidikan vokasi bisa terwujud,” ucap Kiki menegaskan.
Pada kesempatan itu, Chief Human Capital, Legal, dan CSR Erajaya, Jimmy Perangin Angin mengatakan, penandatanganan kerja sama itu merupakan realisasi atas komitmen Erajaya Group untuk mendorong peningkatan kompetensi yang merata bagi satuan pendidikan vokasi di Indonesia.
Adapun jurusan SMK dan PTV yang bermitra adalah bisnis manajemen, tata boga, dan farmasi yang sesuai dengan sektor bisnis Erajaya Group.
“Kami sangat antusias dengan sinergi yang terjalin dengan 45 SMK dan 4 PTV. Kami harap, kerja sama ini bisa mendorong lahirnya lulusan vokasi yang potensial dan dapat berkontribusi positif pada industri ritel,” kata Jimmy.
Ke depan, Erajaya Group akan menjalankan rangkaian program dengan satuan pendidikan vokasi secara optimal dan berkelanjutan dari sisi kurikulum, praktik kerja lapangan, hingga kesempatan lulusan pendidikan vokasi untuk berkarir di unit bisnis Erajaya.
Jimmy menambahkan, penandatanganan PKS merupakan kelanjutan dan respons dari satuan pendidikan vokasi atas program edukasi “Vokasinesia Seri Industri” yang dilaksanakan pada Mei 2023 lalu bersama Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dit. Mitras DUDI).
Erajaya Group menjadi salah satu mitra industri pertama yang memberi edukasi, sosialisasi, dan paparan program pengembangan vokasi.
Pada kegiatan itu, Erajaya Group juga menggaungkan Erajaya Gadget Movement, yaitu aktivitas pengumpulan gadget yang tidak didistribusikan ataupun tidak digunakan lagi oleh publik. Gadget itu selanjutnya dihibahkan dan didistribusikan ke siswa di satuan pendidikan vokasi di Indonesia.
Gerakan itu bertujuan meningkatkan pendidikan vokasi yang inklusif terhadap teknologi gadget.
Penandatanganan PKS Erajaya Group dengan 49 satuan pendidikan vokasi juga disaksikan Direktur Mitras DUDI yang diwakili Koordinator Bidang Kemitraan, Yoggi Herdani; dan Direktur SMK, Wardani Sugiyanto. (Tri Wahyuni)
