JAKARTA (Suara Karya) : Ketua Umum PB ABTI, Zulfydar Zaidar Mochtar SE MM mengucapkan selamat atas Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Melalui peranan pers dapat mencerahkan semua informasi yang terjadi di dunia.
“Pers tetap menjadi alat informasi yang aktual dan terpercaya, meski perkembangan teknologi dunia masa cukup canggih melalui media sosial (Medsos) seperti sekarang ini, ” jelas
Zulfydar Zaidar di Jakarta, kemarin.
Semua itu cukup dirasakan saat berkecimpung dalam dunia olahraga maupun politik. Melalui peranan media, baik cetak, online dan televisi semua perkembangan prestasi atlet atas keberhasilan di tingkat daerah, Provinsi, nasional dan internasional bisa menyebar dan diketahui masyarakat banyak.
Sebagai tokoh olahraga bola tangan yang baru saja berkembang di Indonesia sangat dirasakan, baik pengurus Perkotaan, Provinsi maupun pusat. Saat olahraga bola tangan pasir maupun indoor dipertandingkan peranan media sangat berpengaruh dan cukup signifikan.
Ketika suatu tim berhasil meraih tampuk juara di tingkat Provinsi atau Porprov, masyarakat daerah kota bersangkutan mengetahui prestasi yang diraih tim kesangannya lewat media.
Begitu juga saat PON yang digelar empat tahun sekali, juga mengetahui keberhasilan tim kesangannya juga lewat media, baik cetak, online maupun televisi.
Bahkan ketika tim bola tangan indoor mengukir sejarah pertama kali membawa medali perunggu di SEA Games 33 di Thailand 2025, sebagian besar masyarakat Indonesia mengetahui dengan jelas lewat media.
Dari situlah Zulfydar Zaidar sebagai Ketua Umum PB ABTI memberikan apresiasi pada dunia Pers yang baru saja mempeingati hari jadinya yang digelar di Kota Serang, Banten, Senin (9/2/2026).
Lebih jauh dia optimis atas peranan Pers semua program PB ABTI sampai dan diketahui masyarakat Indonesia di tahun 2026. Seperti halnya, persiapan dan keikutsertaan timnas bola tangan menuju Asian Beach Games di China,
Asian Games di Jepang, Pelatihan TD, wasit dan pelatih, Kejurnas antar pelajar, Asean School Games, IHF Junior seleksi Asean, Kejurnas senior
Munas PB ABTI , dan Asean University Games di Malaysia.
Dia berharap melalui peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dapat dijadikan sebagai momentum penting untuk memperkuat peran pers dalam kehidupan berbangsa, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Menurutnya, Hari Pers Nasional tahun 2026 menjadi momentum penguatan kepercayaan, penguatan kolaborasi, dan penguatan optimisme nasional. Pers yang sehat akan mendukung peningkatan prestasi atlet di dunia olahraga. Begitu juga dalam bidang lain seperti politik, hukum dan ekonomi yang semuanya menguatkan kemajuan bangsa dan negara.
Menurutnya, dalam dunia politik peranan Pers sangat dirasakan, apalagi
Zulfydar Zaidar kini sebagai anggota DPRD Kalbar. Melalui media masa sebagian besar kebijakannya diketahui dan didengar oleh masyarakat.
Semua itu dialami ketika mendamaikan gejolak konflik yang terjadi antara suku melayu dan Madura di Kalbar. Dengan perdamaian itulah Zulfydar Zaidar sempat menyusun dan membuat buku perdamaian “mediasi tradisional” antara kedua suku tersebut dan prakarsa membentuk majelis adat budaya Tionghoa (MABT).
Disinilah media sangat berperanan dalam pemberitaan yang menyejukkan kedua belah pihak. Dengan harapan perdamaian itu berjalan sepanjang masa, melalui peranan media.
“Pers harus tetap menjadi simbol serta simpul strategis dalam ekosistem informasi digital. Pers berperan sebagai penjaga kebenaran, pengurai kompleksitas, dan penentu makna di tengah derasnya arus data dan algoritma. Sekali lagi saya ucapkan selamat pada HPN 2026,”tegas Zulfydar Zaidar. (Warso)
