Suara Karya

Gaungkan Program Wajar 13 Tahun, Kemdikdasmen Gelar Kompetisi AVI 2025

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) terus melakukan pemerataan pendidikan lewat beragam inovasi yang melibatkan langsung ekosistem pendidikan di daerah.

Upaya yang dilakukan, salah satunya menggelar kompetisi Apresiasi Video Inspiratif (AVI) yang menekankan pada Program Wajib Belajar 13 Tahun, Layanan Pendidikan Kesetaraan dan Afirmatif Jenjang SMP 2025.

AVI diharapkan menjadi ajang yang menggali praktik baik dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS), serta perluasan layanan pendidikan kesetaraan dan afirmatif.

Kompetisi yang dikelola Direktorat SMP, Ditjen PAUD Dikdasmen itu diharapkan juga menjadi wadah berbagi pengalaman nyata dari dinas pendidikan, satuan pendidikan SMP, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Paket B, SMP Terbuka, dan SMP Satu Atap di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).Abdul Mu‘ti memberi apresiasi atas langkah kreatif yang dilakukan Direktorat SMP. Upaya tersebut diharapkan bisa jadi pemantik motivasi seluruh pihak dalam memperkuat layanan pendidikan jenjang SMP.

“Saya apresiasi acara ini, semoga upaya ini menjadi motivasi dalam meningkatkan layanan pendidikan. Kegiatan ini hanya stimulan atau bagian dari komitmen awal kita untuk memberi layanan pendidikan bermutu untuk semua,” ucapnya.

Mu‘ti menegaskan, pendidikan adalah tanggung jawab bersama yang tidak hanya pemerintah pusat, tetapi seluruh elemen masyarakat.

“Kita harus pastikan setiap warga negara, di manapun berada dan bagaimana pun kondisinya, berhak mendapat layanan pendidikan. Inilah yang disebut ‘education for all’,” ucapnya.

Ia menambahkan, Kemdikdasmen akan terus memperluas akses pendidikan melalui skema pendanaan pemerintah dan partisipasi masyarakat. “Inilah yang dinamakan partisipasi semesta,” tegasnya.

Sementara itu, Dirjen PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto menjelaskan, AVI 2025 merupakan strategi baru untuk memperluas dampak praktik baik dari lapangan.

“Kegiatan yang pertama kali kami lakukan ini menjadi strategi untuk menyebarluaskan praktik baik penanganan ATS dan ABPS, serta layanan pendidikan kesetaraan dan afirmatif,” kata Gogot.

Antusiasme peserta tercermin dari jumlah karya yang masuk, yaitu 717 video inspiratif. Rinciannya, video inspiratif Wajar 13 Tahun (287 video); 35 video dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, 185 video dari SMP; dan 85 video dari SKB/PKBM Paket B.

Sedangkan video inspiratif layanan pendidikan kesetaraan dan afirmatif sebanyak 430 video; ada 196 video dari SKB/PKBM; 188 video dari SMP Satu Atap; dan 46 video dari SMP Terbuka.

Seluruh video dikurasi ketat oleh tim juri yang melibatkan Ditjen PAUD Dikdasmen, Direktorat SMP, BKHM, Pusdatin, Puskurjar, akademisi, dan praktisi pendidikan.

Ditambahkan, kompetisi AVI 2025 dirancang tidak sekadar sebagai lomba, melainkan sebagai penggerak kolaborasi dan inovasi pendidikan.

Setidaknya ada 4 tujuan utama dari penyelenggaraan AVI, yaitu memberi apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan atas kontribusi nyata mereka.

Kedua, meningkatkan motivasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan Program Wajar 13 Tahun. Ketiga, mendorong kolaborasi lintas sektor di daerah untuk penanganan ATS dan ABPS.

Keempat, memacu inovasi dan kreativitas dalam penyediaan layanan pendidikan kesetaraan dan afirmatif.

Melalui video inspiratif, Kemdikdasmen berharap praktik-praktik baik dari berbagai wilayah dapat menjadi inspirasi nasional dan memperkuat gaung implementasi Wajar 13 Tahun yang benar-benar inklusif dan berkualitas.

Dengan semangat partisipasi semesta, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk terus bergerak bersama memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan tanpa terkecuali. (Tri Wahyuni)

Related posts