Suara Karya

Ir. Eka Putra Wirya Berharap, GM Susanto dan MI Medina Tampil Optimal di Piala Dunia

JAKARTA (Suara Karya) : Dewan Pembina PB Percasi, Ir. Eka Putra Wirya menghimbau, agar dua pecatur nasional GM Susanto Megaranto dan MI Medina Aulia mempersiapkan seoptimal mungkin menuju Piala Dunia Catur Juli 2023 di Baku, Azerbaijan.

“Masih ada waktu untuk berlatih lebih gigih lagi bagi Santo dan Medina setelah lolos seleksi mewakili Indonesia tampil di Piala Dunia di Baku, Azerbaijan, ” tegas Ir. Eka Putra Wirya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, tampil di kejuaraan Catur bergengsi dunia sudah tentu akan menghadapi para jawara dunia yang juga lolos melalui seleksi. Dengan begitu, sudah jelas prestasi yang dimiliki cukup handal.

Upaya meraih sukses katanya, tidak ada kata lain, selain mempersiapkan diri seoptimal mungkin sebelum tampil dalam pertandingan. Dengan harapan, Susanto dan Medina meraih sukses yang diharapkan.

Pada kesempatan terpisah Ketua Bidang Pembinaan PB Percasi Kristianus Liem menceritakan, dalam seleksi penentuan pecatur yang layak dikirim tampil di Piala Dunia, pecatur senior putra – putri GM Susanto Megaranto dan MI Medina Aulia belum terbendung mewakili Indonesia tampil di Piala Dunia Catur Juli 2023 di Baku, Azerbaijan.

Para pecatur senior putra dan putri itu tidak memberikan ampun pada juniornya meraih tiket menuju Piala Dunia, lewat seleksi yang diberikan PB Percasi pimpinan GM Utut Adianto.

“Indonesia mendapat wild card atlet putra dan putri tampil di Piala Dunia. Upaya menentukan siapa yang berhak mewakili, PB Percasi memberikan Seleksi di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) 27 dan 28 Juni 2023,” jelas Kristianus Liem.

Lewat seleksi yang ketat, Medina mengalahkan juniornya WGM Citra. Sedang pecatur senior WGM Irene Kharisma yang juga diundang ikut seleksi terpaksa tidak hadir karena lagi di Amerika. Melalui pertimbangan tersebut, akhirnya Medina yang mewakili di putri.

Sedang di putra, GM Susanto Megaranto dinyatakan lolos mendampingi Medina menuju Baku, Azerbaijan. Kendati Susanto dinyatakan lolos menuju Piala Dunia, namun tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Pecatur asal Indramayu, Jabar itu dipaksa menguras pikiran dan stamina oleh yuniornya GM Novendra Priasmoro dan sempat ditahan dengan skor 1 – 1 dalam pertandingan catur klasik 90 menit, 30 detik.

Selanjutnya di nomor catur cepat (rapid) dengan waktu 25 menit plus 10 detik juga berakhir dengan skore 1 – 1. Sedang di nomor catur kilat (blitz) 3 menit plus 2 detik berakhir 1½-½. Dengan hasil yang diraih di tiga nomor itu Susanto unggul dengan angka 3½-2½ dan berhak mewakili Indonesia menuju kejuaraan Catur Piala Dunia di Baku, Azerbaijan, Juli 2023. (Warso)

Related posts