JAKARTA (Suara Karya): Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengirim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch II untuk memperkuat penanganan krisis kesehatan pascabencana di Provinsi Aceh.
Relawan kesehatan Batch II ini akan bertugas pada periode 5-18 Januari 2026, dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan serta penguatan sistem kesehatan di daerah terdampak.
Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), Kemenkes, Prof Asnawi Abdullah, menjelaskan, penugasan TCK Batch II dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Penugasan TCK Batch berikutnya dilakukan bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
Pada Batch II, ada 366 relawan yang diberangkatkan dari beberapa lokasi dan beberapa gelombang. Prof Asnawi berharap kehadiran para relawan dapat mempercepat pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak di Aceh.
Penanganan dilakukan di kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Utara.yang hingga kini masih membutuhkan dukungan tenaga kesehatan secara signifikan.
“Fokus utama penugasan ini untuk memastikan layanan kesehatan kembali berjalan optimal, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun layanan kesehatan di pengungsian dan wilayah terdampak,” ujarnya.
Ia berharap, pemulihan layanan kesehatan dapat berjalan seiring dengan pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk pemanfaatan hunian sementara yang diresmikan Presiden Republik Indonesia.
“Mudah-mudahan masyarakat terdampak dapat kembali hidup normal, kesehatannya terjaga dengan baik, bisa beraktivitas, bekerja, dan melaksanakan ibadah dengan tenang,” kata Prof Asnawi saat melepas relawan di Jakarta, Senin (5/1/26). (Tri Wahyuni)
