JAKARTA (Suara Karya): Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa (YBKB) meluncurkan Program SMILE (Semua Miliki Kelebihan) yang mengajak anak-anak difabel agar lebih percaya diri dalam keseharian.
Peluncuran diadakan di Gedung Yayasan Disabilitas Kreatif Indonesia (YDKI) Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu (30/9/23).
Dirut Lembaga Amil Zakat Bangin Kecerdasan Bangsa (LAZ BKB) Heris Bhimocahyoadhi menjelaskan, membangun kepercayaan diri pada anak-anak difabel menjadi penting agar mampu bersaing dalam kehidupan. Sehingga mereka tidak menjadi beban keluarga
Merujuk pada data Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tahun 2022 yang menunjukkan, ada 2.197.833 anak penyandang disabilitas pada rentang usia 5-19 tahun di Indonesia.
Heris mengutip pernyataan psikolog dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Tri Puspitarini bahwa anak difabel sering menghadapi masalah, mulai dari akademik, konsep diri negatif, keluarga dan keuangan, komunikasi dan pergaulan, serta akses pelayanan kesehatan.
Konsep diri negatif pada anak difabel menjadi salah satu masalah utama yang sering luput dari perhatian. Stigma negatif masyarakat terhadap penyandang disabilitas masih sangat kental.
Namun, banyak contoh inspiratif dari penyandang disabilitas yang meraih prestasi tinggi, seperti CEO termuda General Electric Indonesia, Handry Satriago; dosen di Rochester Institute of Technology (RIT), New York, Surya Sahetapy; dan penyanyi yang tampil di America’s Got Talent yaitu Putri Ariani.
“Kami percaya, setiap anak punya keunikan dan potensinya masing-masing. Lewat SMILE, kami ingin tunjukkan ke dunia bahwa anak-anak difabel juga patut dihargai,” kata Heris.
Dengan tagline ‘Bangunkan Jiwa, Cerdaskan Bangsa’, YBKB berkomitmen untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan peduli terhadap sesama.
“YBKB mengajak 50 anak yatim binaan untuk berbagi senyum dan santunan kepada 100 teman difabel di Yayasan Disabilitas Kreatif Indonesia,” katanya
Kegiatan itu diharapkan tidak hanya memberi bantuan kepada penyandang disabilitas, tetapi juga menjadi sarana untuk menambah wawasan dan kreativitas bagi anak yatim binaan dan anak-anak difabel.
Sementara itu Ketua YDKI Osmiyati Afarindra mengapresiasi langkah yang diambil YBKB melalui program SMILE. Kegiatan itu tak hanya membantu secara materi, tetapi menumbuhkan rasa percaya diri dan keterlibatan sosial bagi anak-anak difabel.
“Semoga kegiatan semacam ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus mendukung keberagaman dan inklusivitas di Indonesia,” ucap Osmiyati menandaskan. (Tri Wahyuni)
