JAKARTA (Suara Karya): Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026, pada Selasa (31/3/26) pukul 15.00 WIB.
Pengumuman ini menjadi momen krusial bagi ratusan ribu siswa yang telah bersaing memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) seluruh Indonesia.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab (TPJ) SNPMB 2026, Prof Dr Eduart Wolok menjelaskan, SNBP 2026 diikuti oleh 806.242 siswa dari berbagai jenjang pendidikan menengah. “Mereka bersaing untuk memperebutkan total 189.017 kursi yang tersedia di 146 PTN, baik akademik maupun vokasi,” ujarnya.
Dari jumlah itu, hanya 178.981 peserta dinyatakan lulus melalui jalur prestasi. Rinciannya, 155.543 peserta diterima di PTN akademik dengan tingkat keketatan mencapai 20,09 persen. Itu artinya, hanya 1 dari 5 peserta SNBP yang lolos ke PTN akademik.
Sementara itu, ada 23.438 peserta berhasil lolos di jalur vokasi, dengan persentase penerimaan yang lebih tinggi, yakni 30,34 persen.
Prof Wolok menyampaikan, apresiasi kepada para peserta yang berhasil lolos. Ia juga mengingatkan bahwa kelulusan melalui jalur SNBP bersifat final.
“Peserta yang dinyatakan lulus SNBP tidak bisa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) hingga tiga tahun ke depan, maupun seleksi mandiri tahun ini,” ucapnya menegaskan.
Peserta yang lolos diwajibkan segera melakukan verifikasi data akademik dan registrasi ulang di PTN masing-masing. Dokumen yang harus disiapkan antara lain rapor asli, bukti prestasi, serta ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL).
Dari sisi pemerataan akses pendidikan, SNBP 2026 juga menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas. Sebanyak 64.471 peserta yang lolos merupakan pendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, yang akan menjalani proses verifikasi lanjutan terkait kondisi ekonomi.
Bagi peserta yang belum berhasil, Prof Wolok meminta calon mahasiswa untuk ikut Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT), yang pendaftarannya masih berlangsung hingga 7 April 2026.
Panitia mengimbau seluruh peserta untuk mengakses pengumuman secara resmi melalui portal SNPMB guna menghindari informasi yang tidak valid.
Hadir dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala (Waka) 1 TPJ SNPMB 2026, Prof Dr Maryanto Amin; Waka II TPJ SNPMB 2026, Prof Dr S Martono; Waka III TPJ SNPMB 2026, Ahyar Muhammad Diah PhD; Waka IV TPJ SNPMB 2026, Bambang Hendrawan; dan Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi, Prof Dr Sandro Mihradi. (Tri Wahyuni)
