JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) meluncurkan Program Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi pada Perguruan Tinggi Swasta (PPPTV-PTS) Tahun 2023.
Program tersebut diharapkan menjadi enabler bagi PTS penyelenggara pendidikan vokasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada institusinya.
Hal itu dikemukakan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kemdikbudristek, Kiki Yuliati dalam sambutannya saat Peluncuran PPPTV-PTS, secara daring, Selasa (23/5/23).
Kiki menjelaskan, program PPPTV-PTS tidak lahir begitu saja. Program tersebut dimulai sejak 15 tahun lalu melalui Program PTS-Sehat, yang kemudian berkembang menjadi Program Hibah Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PHP-PTS) pada 2010.
“Berganti nama menjadi Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) pada 2015, lalu berubah lagi menjadi PPPTV-PTS pada 2020,” ujarnya.
Dengan demikian, PPPTV-PTS yang saat ini memasuki tahun keempat telah memberi manfaat kepada 47 PTS (2020), 116 PTS (2021), dan 54 PTS (2022).
“Upaya tersebut bermuara pada peningkatan akreditasi program studi dan perguruan tinggi. Program itu juga menjadi satu faktor pengungkit kepatuhan pelaporan pada PD-DIKTI,” kata Kiki.
Ia mengimbau kepada PTS penyelenggara pendidikan vokasi untuk melahirkan inovasi lewat program dengan bantuan dana ini. Terutama pada penerapatan MBKM dan implementasi kerja sama kolaboratif dengan mitra industri.
Sesuai arahan Dirjen Diksi, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi, M Fajar Subkhan menyampaikan, PPPTV-PTS merupakan program prioritas untuk meningkatkan mutu pembelajaran dengan menerapkan kebijakan Kampus Merdeka di PTS.
Program itu dirancang untuk mencapai 8 indikator kinerja utama (IKU) sesuai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud) Nomor 3/M/2021, terutama IKU 6 dan IKU 7 di PTS penyelenggara pendidikan vokasi.
“Bantuan fasilitas terbagi dalam 4 kelompok, yaitu peralatan laboratorium IPA dasar, laboratorium teknik dasar, peralatan kesehatan dasar, serta peralatan teknologi informasi dan desain komunikasi.
Kegiatan yang diselenggarakan secara daring ini disambut baik sekitar 400 PTS yang bergabung. Setiap PTS dapat mengajukan proposal pengajuan bantuan dana hingga maksimal Rp300 juta untuk setiap proposal.
Fajar menegaskan, anggaran yang diajukan dalam proposal harus didasari pertimbangan yang kuat. Proposal anggaran harus mencerminkan kebutuhan sesuai rencana pengembangan dan kemampuan institusi untuk mengelola dengan penuh tanggung jawab.
Program studi yang dapat ditingkatkan mutunya dalam PPPTV-PTS 2023 adalah pendidikan vokasi program diploma empat/sarjana terapan dan/atau diploma tiga.
Registrasi program dimulai pada 1-30 Juni 2023. PTS penyelenggara pendidikan vokasi yang hendak bergabung dapat mengunggah proposal dan melakukan pendaftaran akun melalui laman http://ppptv-pts.kemdikbud.go.id. (Tri Wahyuni)
