Suara Karya

Program IISMA Skema Co-Funding Dibuka, Seleksi Lebih Ketat!

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menggelar Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Namun, kali ini memakai skema pendanaan parsial (co-funding).

“Pendaftaran IISMA Co-funding dibuka sejak 10 Juni hingga 17 Juni 2023,” kata Kepala Program IISMA, Rachmat Sriwijaya dalam siaran pers, Senin (12/6/23).

Rachmat menjelaskan, antusiasme mahasiswa untuk ikut program IISMA sangat tinggi. Hal itu terlihat dari tingginya jumlah peminat pada setiap angkatan.

“Tahun ini, IISMA lewat skema Co-funding akan memfasilitasi lebih banyak mahasiswa untuk mendapat pengalaman pembelajaran yang bermakna di perguruan tinggi terbaik dunia,” ujarnya

Program IISMA merupakan bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program mobilitas internasional mahasiswa itu berlangsung selama satu semester di berbagai institusi pendidikan tinggi terbaik dunia.

Proses pembelajaran yang diperoleh melalui Program IISMA dapat meningkatkan wawasan serta kompetensi mahasiswa. Sehingga melahirkan masyarakat masa depan yang berkualitas, maju, mandiri, modern, dan berdaya saing global.

Seperti pada jalur reguler, IISMA Co-funding dapat diikuti mahasiswa aktif perguruan tinggi akademik maupun vokasi di bawah Kemdikbudristek, minimal semester 4 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) paling rendah 3,0.

Kemampuan Bahasa Inggris menjadi salah satu komponen penilaian pada seleksi calon peserta IISMA Co-funding. Peserta harus memiliki skor minimal TOEFL iBT 78, IELTS 6.0 atau Duolingo English Test 100 untuk mahasiswa perguruan tinggi akademik.

Untuk mahasiswa perguruan tinggi vokasi, nilai minimal yang disyaratkan adalah TOEFL iBT 60, IELTS 6.0, Duolingo English Test 95 atau TOEIC 605.

Peserta IISMA akan menjalani serangkaian seleksi, mulai dari penilaian berkas hingga wawancara. Hal itu untuk memastikan mereka yang terpilih sebagai penerima beasiswa adalah yang terbaik.

Pada IISMA Co-funding, sebagian pendanaan program ditanggung pemerintah Indonesia melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Keuangan. Sebagian pendanaan ditanggung secara mandiri oleh mahasiswa.

Cakupan beasiswa meliputi biaya pendaftaran, biaya pendidikan atau tuition fee, serta biaya penerbangan.

Pelaksanaan program dimulai pada semester mendatang, tepatnya pada Agustus 2023 hingga Januari 2024. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman iisma.kemdikbud.go.id serta akun Instagram @iisma.ri. (Tri Wahyuni)

Related posts