[JAKARTA (Suara Karya): Seratus persen lulusan sekolah Sinarmas World Academy (SWA) diterima di universitas terbaik dunia, seperti Universitas Oxford, Imperial College London, Universitas Melbourne hingga Universitas Toronto.
Hal itu terungkap dalam acara wisuda yang berlangsung di Aula Trini Dewi, kampus SWA di area hijau BSD, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (29/5/24).
Pernyataan selamat disampaikan
Ketua Dewan Sinarmas World Academy (SWA), Anton Mailoa. Masa depan yang cerah semakin terbentang bagi lulusan sekolah unggulan IB dan Cambridge di Indonesia tersebut.
“Selamat kepada semua lulusan tahun 2024. Perjalanan kalian di SWA merupakan awal dari petualangan besar yang menanti di depan. Namun, berkat pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, kami yakin kalian akan mencapai hal-hal luar biasa,” ucapnya.
Lulusan SWA 2024 telah mencapai banyak tonggak penting, seperti menjuarai World Mathematical Invitational, World Innovative Science Project Olympiad, World Robotic Olympiad, serta memberi dampak signifikan pada komunitas melalui berbagai inisiatif, seperti proyek mengajar bahasa Inggris bagi siswa SDN 35 Dompu di NTT dan berbagi ilmu dan gagasan dalam TEDxYouth@SWA.
“Komitmen siswa terhadap pelayanan dan kepemimpinan telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di SWA dan komunitas,” kata Anton menegaskan.
SWA memiliki sejarah yang kuat dalam mendorong keunggulan akademik dan pertumbuhan pribadi para siswa. Dengan staf pengajar yang berdedikasi, program pengembangan karakter, dan lingkungan pembelajaran yang positif, SWA mempersiapkan siswa untuk meraih kesuksesan di segala bidang kehidupan.
Salah satu lulusan terbaik SWA tahun 2024, Sanandha Prabu yang diterima di Universitas Oxford untuk jurusan Fine Arts telah menunjukkan dedikasi dan bakat luar biasa selama masa studi.
Sejak kelas 10, Sanandha menjalankan kegiatan sociopreneur melalui karya seni tembikar yang hasil penjualannya digunakan untuk membantu para pemulung, yang kesulitan dalam mengakses makanan dan alat kebersihan.
“Pembelajaran di SWA menjadi pengalaman transformatif bagi saya,” ungkap Sanandha Prabu.
Hal senada dikemukakan lulusan berprestasi lainnya, yaitu Gisela Natalie Kasena. Ia memiliki semangat di bidang teknik. Proyeknya adalah purwarupa alat untuk mengeringkan eceng gondok, yang kemudian digunakan sebagai bahan olahan fiber pengganti plastik dan kulit.
Berkat proyeknya, Gisela diterima di Imperial College London, jurusan Biomedical Engineering. Imperial College London menduduki posisi top 10 universitas dunia versi QS ranking dan THE ranking. (Tri Wahyuni)
