Suara Karya

Ramadan Seru, Garudafood dan Prochiz Ajak 100 Santri Istimewa Belanja Baju Lebaran

TANGERANG SELATAN (Suara Karya): Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk bersama anak usahanya PT Mulia Boga Raya Tbk melalui merek Prochiz untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap kelompok rentan.

Kedua perusahaan tersebut menggelar kegiatan bertajuk ‘Belanja Bareng & Donasi Pendidikan Santri Istimewa’ di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (9/3/26).

Program yang digelar bersama organisasi sosial Sekolah Relawan itu melibatkan 100 santri dan anak yatim penyandang disabilitas dari berbagai pondok pesantren dan yayasan inklusi di wilayah Jabodetabek.

Santri istimewa tersebut berasal dari Pondok Pesantren Raudlatul Makfufin, Yayasan Sayap Ibu Tangerang Selatan, serta Yayasan Peduli Kesejahteraan Yatim Disabilitas Islam Indonesia (YPKYDII) Jakarta.

Dalam kegiatan itu, peserta diajak belanja langsung untuk memenuhi kebutuhan lebaran. Masing-masing anak menerima voucher belanja senilai Rp500 ribu, yang dapat digunakan untuk membeli pakaian baru maupun perlengkapan sekolah.

Head of Corporate Communications and External Relations Garudafood Group, Dian Astriana mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Garudafood berkomitmen untuk terus memperbesar kontribusi kepada masyarakat melalui program-program yang bermanfaat dan berkelanjutan.

“Lewat program ‘Belanja Bareng & Donasi Pendidikan Santri Istimewa’ ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata dan kebahagiaan bagi kelompok rentan, khususnya dalam menyambut Idulfitri,” ucapnya menegaskan.

Selain memberi pengalaman berbelanja, Prochiz melalui PT Mulia Boga Raya Tbk juga menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp30 juta kepada pondok pesantren dan yayasan tempat para peserta menimba ilmu.

Bantuan tersebut untuk penyediaan sarana pendidikan inklusif, seperti kursi roda, Al-Qur’an braille, dan media pembelajaran ramah disabilitas lainnya.

Executive Director Sekolah Relawan, Rani Alfiani mengatakan, program tersebut memberi dampak positif bagi kepercayaan diri anak-anak.

Menurutnya, kesempatan memilih sendiri kebutuhan lebaran menjadi pengalaman yang bermakna bagi para santri dan anak yatim penyandang disabilitas.

“Kesempatan memilih sendiri baju lebaran adalah bentuk penghargaan atas kemandirian dan kepercayaan diri mereka. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana sektor swasta dapat berperan aktif menciptakan ekosistem sosial yang inklusif,” katanya.

Secara nasional, tantangan bagi kelompok rentan masih cukup besar. Sejumlah organisasi kemanusiaan memperkirakan ada sekitar 4 juta anak yatim di Indonesia.

Sementara itu, data UNICEF menyebutkan jumlah anak penyandang disabilitas bisa mencapai 2 juta orang. Banyak di antaranya masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan kesejahteraan.

Melalui kegiatan ini, Garudafood berharap inisiatif sosial tak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi juga mendorong peningkatan akses pendidikan bagi kelompok rentan.

Program tersebut juga menjadi bagian dari payung Corporate Social Responsibility (CSR) Garudafood bertajuk Garudafood Sehati yang berfokus pada bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta bantuan kemanusiaan.

Perusahaan menegaskan akan terus memperkuat inisiatif inklusivitas agar pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta akses pendidikan yang lebih merata di Indonesia. (Tri Wahyuni)

Related posts