BOGOR (Suara Karya): Melihat dari dekat pelaksanaan Sekolah Garuda di Sekolah Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School (IBS) Bogor terasa sekali bagaimana sekolah ini mengedepankan karakter, sebelum penguatan akademik global.
Hal itu terlihat dari kutipan yang menempel di dinding sekolah yang cukup menarik perhatian. Kutipan itu tertulis dalam bahasan Inggris, ‘Adab First, then Knowledge. Character is the Door that Lets Learning In”.
“Pendidikan karakter kami bangun melalui pembiasaan aktivitas harian siswa, sejak bangun pagi hingga malam hari,” kata Direktur Pendidikan Sekolah Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School (IBS) Bogor, Ari Rosandi di sekolahnya yang berlokasi di kawasan Rancamaya, Bogor, Rabu (11/2/26).
Ari dalam kesempatan itu didampingi Kepala SMA Cahaya Rancamaya IBS, Sandra Susanto dan Kepala SMP Cahaya Rancamaya IBS, Irwansyah.
Siswa dibiasakan bangun sebelum subuh, menjalankan ibadah sunnah seperti tahajud dan puasa Senin-Kamis, serta memulai hari dengan hafalan Al-Qur’an. Setelah itu, siswa mengikuti morning briefing yang dilengkapi latihan public speaking dalam bahasa Inggris dan Arab.
Budaya literasi juga menjadi program prioritas Sekolah Cahaya Rancamaya. Setiap siswa ditargetkan membaca ratusan halaman buku setiap bulan, didukung kebijakan pembatasan penggunaan gadget agar fokus belajar tetap terjaga.
“Tujuan kami bukan hanya mencetak siswa pintar secara akademik, tapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan berakhlak baik,” ucap Ari.

Selain penguatan karakter, sekolah juga menyiapkan siswa untuk kompetisi global. Selain kurikulum nasional, Cahaya Rancamaya memggunakan kurikulum internasional Cambridge dan penguatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).
Upaya tersebut telah membuahkan hasil. Sejumlah siswa Cahaya Rancamaya diterima universitas top dunia seperti Nanyang Technological University Singapura, University of Toronto Kanada, dan University of Western Australia yang masuk peringkat 100 besar dunia versi QS Ranking.
Sejak tahun lalu, Sekolah Cahaya Rancamaya terpilih sebagai bagian Peogram Sekolah Garuda yang dikembangkan Pemerintah. Kolaborasi itu, Cahaya Rancamaya akan memperluas akses siswa menuju perguruan tinggi terbaik dunia, sekaligus menanamkan identitas kebangsaan yang kuat.
“Dengan konsep pendidikan yang mengintegrasikan spiritualitas, karakter, literasi, dan akademik global, Cahaya Rancamaya menargetkan lahirnya generasi muda Indonesia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara mental dan moral,” tegasnya.
Model pendidikan ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang siap bersaing di dunia internasional sekaligus berkontribusi bagi pembangunan Indonesia di masa depan.
Ditanyakan kegiatan siswa terkait Sekolah Garuda, siswa Cahaya Rancamaya mendapat akses pembinaan intensif persiapan kuliah luar negeri, termasuk pelatihan IELTS, tes skolastik internasional, prediction test dan real test resmi.
Selain itu, ada pembinaan penulisan esai dan portofolio. Kegiatan mentoring dari lembaga profesional dan universitas. Program itu mendorong peningkatan minat siswa melanjutkan studi ke luar negeri secara signifikan, bahkan mencapai mayoritas siswa di tingkat akhir.
“Kegiatan pelatihan dan pembinaan ini dilakukan usai jam sekolah. Kegiatan dilakukan mulai sore hingga malam hari. Saya lihat siswa menikmati kegiatan tersebut, karena terbukti sejumlah siswa berhasil menembus kampus global hingga mendapat LoA (Letter of Acceptance), yaitu surat pemberitahuan bahwa siswa tersebut telah diterima,” tuturnya.
Ditanya keuntungan lain dari SMA Cahaya Rancamaya setelah terpilih sebagai Sekolah Garuda, Ari Rosandi mengatakan, jumlah pendaftar di sekolah tersebut bertambah hingga 3 kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan banyak siswa dari luar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi).
“Karena keterbatasan fasilitas, kami memutuskan untuk menerima 120 siswa, yang terbagi 60 siswa putri dan 60 siswa putra,” ujarnya.
Tingginya minat orangtua ingin memasukkan anaknya ke Cahaya Rancamanya setelah bergabung ke Sekolah Garuda, karena adanya peluang yang lebih luas bagi siswa sekolah tersebut untuk menembus perguruan tinggi top dunia.
“Banyak orang tua melihat program ini sebagai jalur percepatan bagi anaknya untuk berprestasi dan bersaing di level global. Apalagi, orientasi Sekolah Garuda memang diarahkan untuk menyiapkan generasi muda Indonesia mampu bersaing dengan pelajar dari berbagai negara,” tutur Ari Rosandi menandaskan. (Tri Wahyuni)
