JAKARTA (Suara Karya): SMA Kharisma Bangsa kembali menorehkan berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi tersebut lahir dari berbagai bidang, mulai dari riset sains, olimpiade akademik, hingga kompetisi esai dan karya kreatif.
Dalam ajang bergengsi tingkat nasional, yaitu Indonesian Science Project Olympiad 2026 (ISPO), sekolah tersebut mengirimkan sebanyak 45 finalis dan berhasil membawa pulang 20 medali dari berbagai kategori penelitian sains.
Capaian itu menempatkan SMA Kharisma Bangsa sebagai salah satu sekolah dengan kontribusi finalis dan peraih medali terbanyak dalam kompetisi.
Terkait prestasi tersebut, Kepala SMA Kharisma Bangsa, Muhammad Budiawan menjelaskan, keberhasilan para siswa tak terlepas dari sistem pembinaan yang terstruktur di sekolah, termasuk penguatan program riset dan pengembangan minat bakat sejak dini.
“Prestasi itu bukan hanya membangun performa akademik, tetapi juga memberi pengalaman spiritual dan pembentukan karakter siswa sebagai pembelajar,” kata pria yang akrab disapa Awan kepada media, di sekolahnya yang berlokasi di wilayah Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu (8/3/26).
Awan memaparkan sejumlah karya siswa yang berhasil meraih medali emas melalui inovasi yang menjawab persoalan nyata. Salah satunya, penelitian tentang turbin angin ganda vertikal yang memanfaatkan hembusan angin dari kendaraan sebagai sumber energi alternatif.
Penelitian yang dilakukan duo Hafidz Kholif Al-Muntaqo dan Hali Kieral Archad Putra Mandala itu meraih medali emas dalam kompetisi tingkat nasional ISPO 2026, yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) belum lama ini.
Medali emas lainnya diraih melalui proyek teknologi lingkungan berupa sistem pembersih sampah plastik sungai berbasis tenaga air dan surya yang dilengkapi lengan mekanik otomatis berbasis Arduino.
Penelitian dilakukan duo El Nino Bintang Pratama dan Kemas Rangga Nur Akbar.
Selain itu, riset SUTRADI yang dimotori Wini Naura Inarsih dan Queena Belva Ayra Maulana dalam mengkaji potensi suplemen serbuk tempe dari biji trembesi sebagai agen antihiperglikemik juga berhasil meraih penghargaan tertinggi.
Tak hanya emas, sejumlah inovasi siswa lain yang ikut menyumbang perolehan medali, antara lain penelitian Eco-Gel yang mengubah minyak jelantah menjadi media tanam ramah lingkungan serta pengembangan material dari batu apung untuk menyerap mikroplastik.
“Penelitian yang dilakukan Gavin Syafi Anggakara bersama Torkis Hanafi Harahap ini berhasil meraih medali perunggu dalam ISPO 2026,” kata Awan.
Sementara beberapa proyek lainnya mendapat penghargaan ‘honorable mention’, termasuk riset nanoteknologi untuk menghadapi resistensi antibiotik hingga sistem aeroponik pintar berbasis mikrokontroler.
Prestasi akademik juga diraih siswa Kharisma Bangsa dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. Siswa yang berhasil menyabet medali emas bidang astronomi yaitu Muhammad Zhafif; medali perak untuk matematika yaitu Daffa Atha Arkana; dan medali perak untuk biologi diraih Syaiful Hakim Mahendra, serta medali perunggu informatika oleh Ahmad Yazid Muhandis.
Di bidang seni dan literasi, siswa Kharisma Bangsa juga mencatatkan prestasi dalam Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) 2026.
Pada ajang itu, karya digital drawing siswa Kharisma Bangsa meraih medali perunggu, sementara kategori lain seperti ilustrasi digital dan penulisan esai memperoleh penghargaan Honorable Mention.
Prestasi paling membanggakan datang dari tingkat internasional. Dalam ajang Outstanding Cambridge Learner Awards 2026, siswa Kharisma Bangsa Gavin Syafi Anggakara meraih predikat Top in the World untuk Cambridge IGCSE English as a Second Language.
“Itu artinya, ia memperoleh nilai tertinggi di antara siswa di seluruh dunia pada mata pelajaran tersebut,” kata Awan.
Deretan capaian ini menegaskan konsistensi SMA Kharisma Bangsa dalam membangun budaya prestasi di sekolah. Tak hanya unggul dalam kompetisi akademik, para siswa juga menunjukkan kemampuan menghasilkan inovasi yang relevan dengan tantangan masa depan, mulai dari energi terbarukan hingga solusi pengelolaan limbah. (Tri Wahyuni)
