JAKARTA (Suara Karya): Sekolah Garuda Baru membuka secara resmi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027, yang dimulai pendaftaran secara daring pada 28 Februari 2026.
Hal itu dikemukakan Dirjen Sains dan Teknologi (Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Ahmad Najib Burhani dalam acara ‘Ngopi Bareng’ Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik), di Jakarta, Rabu (18/2/26).
Sekolah berasrama itu menawarkan beasiswa 100 persen bagi seluruh siswanya. Karena itu, anak-anak cerdas dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, diminta tidak ragu untuk mendaftar.
Keistimewaan lain adalah penggunaan kurikulum global, yang akan memberi akses bagi para siswa untuk bisa kuliah di kampus global, tentu saja didukung oleh beasiswa yang disiapkan Pemerintah.
Disebutkan, tersedia kuota sekitar 640 siswa, yang akan disebar di 4 Sekolah Garuda Baru di 4 wilayah, yaitu Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka-Belitung; Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara; dan Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.
“Sekolah Garuda Baru dibangun di luar Jawa, karena salah satu syaratnya dibangun di lahan seluas 20 hektar. Karena itu, siswa yang diterima harus siap ditempatkan di mana saja,” ujar Ahmad Najib Burhani.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, Ardi Findyartini menjelaskan, Sekolah Garuda berada dibawah kewenangan Kemdiktisaintek karena menjadi bagian dari ekosistem pengembangan talenta nasional, termasuk jalur beasiswa hingga S1 ke kampus terbaik dunia.
“Sekolah Garuda Baru tetap menggunakan kurikulum nasional, namun diperkaya dengan kurikulum global. Penguatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) berbasis praktik,” tuturnya.
Ditambahkan, jam belajar sains dan matematika dibuat lebih fleksibel dan mendalam. Fokus utama diarahkan pada penguatan matematika, fisika, sains terapan, dan teknologi.
Perempuan yang akrab disapa Titin tersebut menambahkan, skema Beasiswa Garuda menghadirkan dua perubahan besar dibanding skema sebelumnya. Pertama, Letter of Enrollment (LoE) tidak lagi menjadi syarat utama. Kedua, sistem seleksi berbasis pemeringkatan program studi, tak lagi pemeringkatan universitas global.
“Skema baru itu membuka peluang siswa Indonesia melanjutkan pendidikan ke kampus terbaik di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Singapura, China hingga Australia,” ucapnya.
Ditanyakan beasiswa 100 persen itu mencakup apa saja, Titin menyebut, antara lain biaya asrama, biaya pendidikan, biaya kebutuhan hidup, dan fasilitas pembinaan akademik dan karakter.
“Ke depan, minimal 80 persen siswa tetap ditargetkan menerima beasiswa penuh,” ujarnya.
Terkait model boarding school atau berasrama dalam Sekolah Garuda, Titin mengatakan, model asrama dipilih untuk memastikan pembinaan akademik, karakter, kepemimpinan, serta kegiatan kokurikuler berjalan secara optimal.
Dipaparkan lini masa jadwal PPDB Sekolah Garuda Baru 2026, yaitu pendaftaran sudah dibuka sejak 5 Februari 2026 dan berlangsung hingga 7 Maret 2026.
Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi; tes potensi akademik; tes mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika); wawancara; dan pemeriksaan kesehatan.
“Nama siswa yang diterima akan diumumkan pada 30 April 2026.
Calon siswa diutamakan memiliki nilai minimal 85 pada mata pelajaran utama atau memiliki prestasi di bidang STEM. Usia tidak lebih dari 21 tahun.
Program Sekolah Garuda Baru mengedepankan pemerataan akses pendidikan, melalui afirmasi bagi sswa berprestasi dari keluarga kurang mampu; dan siswa potensial dari wilayah sekitar lokasi sekolah.
“Pemerintah berharap tidak ada talenta unggul Indonesia yang kehilangan kesempatan karena keterbatasan informasi maupun ekonomi,” kata Titin seraya menambahkan pengumuman siswa baru pada 30 April 2026. (Tri Wahyuni)
