Suara Karya

Anak Makin Kreatif, Kemdikdasmen Apresiasi Kompetisi CFA-Art Alive oleh Faber-Castell

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) memberi apresiasi kepada Faber-Castell Internasional Indonesia atas upaya pengembangan kreativitas anak melalui kompetisi Creative Family Award (CFA)-Art Alive Periode 2024-2025.

Apresiasi itu ditandai melalui pelepasan simbolis 5 pemenang nasional CFA-Art Alive 2024-2025 dan 2 pemenang Craftivity Challenge UHU 2024-2025 yang akan berangkat ke negeri jiran Malaysia, di Gedung Kemdikdasmen, Selasa (20/1/26).

Hadir dalam pelepasan, Product Manager Faber-Castell International Indonesia, Richard Panelewen; Pejabat Fungsional Madya, Direktorat Sekolah Dasar (SD), Kemdikdasmen, Minhajul Ngabidin; Head of Marketing Faber-Castell International Indonesia, Martin S Tjukrono.

Tujuh pasang keluarga itu terpilih dari lebih dari 50 ribu peserta atau sekitar 25 ribu keluarga yang mengikuti kompetisi CFA-Art Alive 2024-2025 di 28 kota di seluruh Indonesia.

Pemenang tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari kompetisi yang melibatkan kolaborasi anak dan orang tua dalam menciptakan karya seni lewat mewarnai.

Minhajul Ngabidin dalam sambutannya menyampaikan, ajang yang digelar Faber-Castell dan UHU sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional yang menekankan penguatan karakter, kreativitas, dan kebersamaan keluarga.

“Di era global dan perkembangan kecerdasan buatan, kreativitas menjadi keunggulan manusia yang harus ditumbuhkan sejak dini. Kegiatan ini bukan hanya lomba, tetapi ruang pembentukan karakter dan kebersamaan keluarga,” ucap Minhajul menegaskan.

Ditambahkan, pendidikan tak semata berorientasi pada capaian akademik, melainkan juga pengembangan bakat, minat, keberanian, dan kemampuan bekerja sama.

“Ajang seperti Creative Family Award oleh Faber-Castell dan Craftivity Challenge oleh UHU berkontribusi langsung dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” katanya.

Minhajul juga mendorong agar ajang CFA-Art Alive dan Craftivity Challenge didaftarkan ke Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikdasmen, sehingga mendapat pengakuan dari negara sebagai ajang resmi dan bereputasi nasional.

“Jika sudah menjadi ajang resmi tingkat nasional, maka para pemenang CFA dan Craftivity Challenge akan diakui kualitas pemenang maupun kompetisinya,” kata Minhajul menegaskan.

Menanggapi hal itu, Product Manager BPF International Indonesia, Richard Panelewen menyatakan siap melaksanakan usulannya. Karena CFA yang
merupakan transformasi dari Family Art Competition (FAC) telah dilaksanakan cukup lama, yaitu sejak 2010.

“Sejak 2024, CFA diperkuat dengan pendekatan kreativitas yang lebih menyenangkan dan inklusif.
Kami ingin menunjukkan, kreativitas itu menyenangkan dan dapat menjadi sarana ‘quality time’ antara orang tua dan anak,” kata Richard.

Selama periode Agustus 2024 hingga Juni 2025, Faber-Castell menggelar kegiatan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara. Kompetisi diikuti siswa SD kelas 1 hingga kelas 4 yang berkompetisi bersama orang tua.

Sebagai hadiah utama, para pemenang nasional akan melakukan perjalanan edukatif ke Malaysia. Selain wisata, mereka juga dijadwalkan mengunjungi pabrik Faber-Castell untuk mengenal proses produksi alat tulis berkualitas internasional, serta pemanfaatan teknologi aplikasi ArtLife (Tri Wahyuni)

Related posts