Suara Karya

Bangga Atas Prestasinya, SCUA Gelar Syukuran Pernikahan GMW Irene Kharisma

JAKARTA (Suara Karya) : Pembina PB Percasi, Ir. Eka Putra Wirya bangga dan bersyukur atas prestasi GMW Irene Kharisma Sukandar sejak usia 9 tahun hingga saat ini menikah dengan pecatur Amerika IM Eric Rosen.

“Melalui prestasi yang dimiliki Irene selama ini, Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) mengadakan syukuran atas pernikahannya dengan pecatur asal Amerika, MI Eric Rosen, “ujar Ir. Eka Putra Wirya di Cafer Tutur, Checkmate Area, Bekasi, Senin (9/2/2026).

Eka Putra Wirya menjelaskan, meski Irene bersuamikan pecatur Amerika, bukan berarti langsung pindah warga negara. Namun masih setia dan membela Merah – Putih diberbagai event internasional.

Yang jelas Irene tetap mengharumkan nama bangsa dan negara sebagai pelatih catur asal Indonesia di Negeri “Paman Sam”. Dengan begitu PB Percasi dan SCUA bangga bisa menghasilkan pecatur wanita handal yang pertama kali meraih gelar GMW pada tahun 2009 saat Irene duduk bangku SMP.

Eka Putra Wirya menceritakan, sejak masuk SCUA tahun 1999 segudang prestasi yang dihasilkan Irene, baik di tingkat nasional, Asean, Asia maupun dunia. Semua itu ditempuh dengan komitmen yang kuat saat melakukan latihan dan keberanian tampil di berbagai event internasional.

“Karakter bermain catur yang dimiliki Irene diharapkan menjadi contoh dan panutan pecatur junior lainnya dalam meraih prestasi puncak. Kesan itu yang selalu melekat dalam ingatan saya dan tak lupa langsung mengadakan syukuran atas pernikahannya atau hari yang penuh kebahagiaan baginya, “jelas
Eka Putra Wirya lagi.

Pada kesempatan itu Eka Putra Wirya mengingatkan, agar pernikahannya itu dipenuhi cinta kasih dan tidak terlalu menonjolkan egonya masing – masing. Karena sebagai atlet catur biasanya faktor ego yang sering menonjol. Hal ini. harus diredam agar keduanya terus berprestasi di dunia catur untuk menyongsong kehidupan yang akan datang dalam berumah tangga.

Pada kesempatan terpisah GMW Irene Kharisma mengucapkan banyak terima kasih pada Eka Putra Wirya yang selalu membina sejak masuk SCUA tahun 1999 hingga kini menikah dengan pecatur Amerika.

“Pak Eka sudah saya anggap orang tua sendiri. Bahkan sebagian besar keluh kesah atas diri saya sering saya sampaikan ke padanya. Baik prestasi ataupun kehidupan saya dalam naungan SCUA, ” jelas Irene.

Hal itu tentunya tidak bisa dilupakan.. Apalagi meninggalkan Indonesia menjadi warga negara asing. Bahkan bukan itu saja, Irene juga masih siap tampil di PON membela nama besar Provinsinya.

Dengan begitu katanya, apa yang telah diajarkan di SCUA tetap menjadi ingatannya untuk berprestasi dalam dunia catur. Karena lewat SCUA lah segudang prestasi sudah dimilikinya.

Adapun prestasi tersebut diantaranya:

1. Juara 3 Kelompok Umur (KU) 10 Kejuaraan Catur ASEAN 2002 di Singapura

2. Juara 4 KU 10 tahun Kejuaraan Catur ASEAN di Malaysia 2003

3. Dua medali perak pada SEA Games Vietnam 2003

Peringkat ke-9 Kejuaraan Dunia Junior di Yunani 2003

4. Medali perak Olimpiade Catur papan tiga di Spanyol 2003

5. Peringkat ke-14 Kejuaraan Dunia Junior di bawah 14 tahun di Pulau Kreta, Yunani 2004

6. Medali perak Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura 2004

7. Imbang 3-3 dalam dwitarung melawan GMW Corke 2005. Corke adalah juara 1 Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura

8. Peringkat 4 Kejuaraan Dunia Junior di Georgia 2006

9. The Best Woman Player pada Malaysia Open 2008

10. Imbang 2-2 melawan IM Tania Sachdev dalam dwilomba JAPFA 2010

11. Juara 1 dalam Brunei Invitational IM Tournament 1 dan juara 2 dalam Brunei Invitational IM Tournament 2 pada tahun 2010

12. Medali Perunggu di 26th Sea Games 2011, Indonesia

13. The Best Woman Player di Queenstown Chess Classic, Selandia Baru pada Januari 2012

14. Juara 1 Asian Continental Chess Championship di Vietnam tahun 2012[17]

15. Juara 1 ‘the 5th Alexander the Great open Championship 2013’ di Chalkidiki, Yunani (dilaksanakan pada tanggal 7-14 Mei 2013).

16. The Best Woman Player di Grand Europe Open Albena, Bulgaria bulan Juni 2013

17. Medali Emas ‘International Chess Rapid pada 27th Sea Games 2013’ di Nay Pyi Taw, Myanmar (dilaksanakan pada tanggal 5 – 22 Desember 2013.

18. Medali Emas ‘International Chess Blitz pada 27th Sea Games 2013’ di Nay Pyi Taw, Myanmar (dilaksanakan pada tanggal 5 – 22 Desember 2013.

19. Juara 1 Australian Women’s Masters di Melbourne, Australia pada Januari 2014.

20. Juara 1 Asian Continental Chess Championship di Sharjah, Uni Emirat Arab, April 2014

“Semua prestasi yang saya raih tidak terlepas peranan SCUA yang telah menanamkan ilmu bermain catur selama ini, ” jelas Irene Kharisma. (Warso)

Related posts