JAKARTA (Suara Karya): Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa perekonomian Jakarta tetap menunjukkan kinerja yang solid di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Hal tersebut disampaikan Iwan dalam forum Bincang-Bincang Media (BBM) bertema Perkembangan dan Prospek Perekonomian Jakarta yang digelar di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Iwan menjelaskan, perlambatan ekonomi global yang dipicu oleh dinamika geopolitik dan ketegangan internasional belum memberikan tekanan signifikan terhadap stabilitas ekonomi Jakarta. Menurutnya, stabilitas makroekonomi nasional yang terjaga serta respons kebijakan yang tepat menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah.
Dari sisi nasional, Iwan memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 tetap kuat, ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta belanja pemerintah. Kinerja ekonomi nasional tersebut turut menjadi fondasi bagi penguatan ekonomi daerah, termasuk DKI Jakarta yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Secara khusus, perekonomian DKI Jakarta pada akhir 2025 menunjukkan akselerasi yang lebih kuat. Konsumsi rumah tangga menjadi kontributor utama pertumbuhan, didukung meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas perdagangan, serta sektor jasa yang kembali bergairah pascapandemi dan tekanan ekonomi global.
Selain faktor ekonomi makro, Iwan menegaskan bahwa keberhasilan Jakarta dalam menjaga momentum pemulihan tidak terlepas dari peran kepemimpinan daerah. Ia menilai koordinasi kebijakan antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan berjalan efektif dalam merespons tekanan ekonomi yang sempat terjadi.
“Keberhasilan DKI Jakarta untuk bangkit dan pulih pascakrisis ekonomi pada Agustus kemarin tidak terlepas dari strong leadership Gubernur DKI Jakarta. Beliau dengan cepat melakukan berbagai pendekatan dan gebrakan pemulihan ekonomi bersama para stakeholder, termasuk Bank Indonesia Jakarta,” ujar Iwan.
Iwan menambahkan bahwa sinergi kebijakan tersebut tercermin dari kinerja sektor-sektor utama Jakarta, seperti perdagangan besar dan eceran, informasi dan komunikasi, serta jasa keuangan yang terus mencatat pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan struktur ekonomi Jakarta yang semakin adaptif terhadap dinamika global.
Di sisi lain, stabilitas inflasi Jakarta juga tetap terjaga dalam kisaran sasaran Bank Indonesia. Tekanan harga dinilai masih terkendali, sehingga tidak mengganggu daya beli masyarakat dan aktivitas konsumsi yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Ke depan, Iwan optimistis perekonomian Jakarta akan tetap tumbuh berkelanjutan pada 2026, meskipun tantangan global masih membayangi. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong transformasi ekonomi Jakarta menuju kota global yang inklusif dan berdaya saing. (Boy)
