JAKARTA (Suara Karya): Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Arlyana Abubakar mengungkapkan konsumsi rumah tangga berkontribusi besar di perekonomian Jakarta pada triwulan II tahun 2024. Konsumsi rumah tangga (RT) pada periode ini tumbuh sebesar 5,28 persen (yoy) atau lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,25 persen (yoy).
“Konsumsi RT menjadi kontributor terbesar perekonomian Jakarta pada triwulan II 2024,” kata Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta, Arlyana dalam Bincang Media di Kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/82024).
Menurut Arlyana, peningkatan tersebut sejalan dengan tingginya aktivitas saat Hari Besar Keagamaan Negara (HBKN) terutama Idul Fitri dan Idul Adha maupun periode hiburan.
“Meningkatnya konsumsi rumah tangga tercermin dari perkembangan beberapa indikator seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tercatat tinggi sebesar 141,56 pada triwulan II 2024, dengan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat Ini juga tercatat tinggi sebesar 130,03,” ujarnya.
Selain itu, Arlyana menyebutkan, meningkatnya konsumsi rumah tangga juga tercermin dari Indeks Penjualan Ritel berdasarkan hasil dari Survei Penjualan Eceran (SPE) BI. Indeks Penjualan Ritel pada Triwulan II 2024 tumbuh 24,90 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2024 sebesar 13,46 persen (yoy).
Peningkatan itu terutama didorong oleh penjualan peralatan komunikasi sebesar 36,05 persen (yoy), suku cadang dan aksesori kendaraan sebesar 33,38 persen (yoy) serta bahan bakar kendaraan sebesar 15,87 persen (yoy).
Konsumsi rumah tangga juga didukung oleh penyaluran kredit konsumsi yang sedikit meningkat dari 10,61 persen (yoy) pada triwulan I 2024 menjadi 10,64 persen (yoy) pada triwulan II 2024.
Selanjutnya, investasi tumbuh meningkat dengan pertumbuhan sebesar 4,66 persen (yoy), dari triwulan sebelumnya yang sebesar 4,36 persen (yoy). Meningkatnya investasi sejalan dengan masih berlangsungnya pembangunan proyek strategis multitahun pemerintah seperti MRT dan LRT.
Meningkatnya kinerja investasi di antaranya juga tercermin dari peningkatan investasi pelaku usaha berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha BI serta impor barang modal, impor besi dan baja yang mengalami perbaikan meskipun masih mengalami kontraksi masing-masing sebesar -13,65 persen yoy dan -18,72 persen yoy.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II 2024 tumbuh sebesar 4,90 persen (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya, yakni 4,78 persen yoy. (Boy)
