Suara Karya

BRIN Gelar IRIFair 2026, Diikuti 1.200 Talenta Riset dari SMA hingga Periset

JAKARTA (Suara Karya): Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar ‘Indonesian Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 Road to Talent Fest Bidang Riset dan Inovasi’ sebagai ajang pembinaan dan pengembangan talenta riset dan inovasi.

Kegiatan itu diikuti sekitar 1.200 talenta dari berbagai jenjang, mulai dari siswa SMA, mahasiswa S1 dan S2, hingga periset dan dosen muda.

IRIFair 2026 berlangsung di tiga lokasi, yakni Cibinong, Serpong, dan Kampus BRIN Gatot Subroto.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BRIN bersama sejumlah mitra untuk memperkuat kapasitas talenta riset dan inovasi nasional.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, Indonesia membutuhkan lebih banyak peneliti dan inovator untuk memperkuat kapasitas riset dan inovasi nasional. Karena itu, kegiatan seperti IRIFair menjadi salah satu sarana untuk menjaring dan mengembangkan talenta baru.

“Indonesia butuh banyak periset dan inovator, karena jumlah peneliti yang ada di Indonesia memang belum ideal dan ini perlu ditambah,” kata Arif Satria dalam sambutan pembukanya di Gedung BRIN, Thamrin, Jakarta, Kamis (24/9/26).

Menurut dia, IRIFair 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengembangan talenta agar peserta memiliki kesempatan meningkatkan kapasitas sesuai jenjangnya.

“Ini adalah ajang untuk merekrut talenta-talenta baru yang memungkinkan ke depan bisa menjadi periset,” ujarnya.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Iptek BRIN, Edy Giri Rachman Putra mengatakan, peserta IRIFair berasal dari berbagai tahapan dalam ekosistem talenta.

Pembinaan dimulai dari tahap pra-bibit, seperti siswa SMA, kemudian berlanjut ke mahasiswa dan talenta potensial. Setelah lulus S1, talenta dapat lanjut S2 dan S3 serta berbagai program penguatan kapasitas lainnya.

“Ini adalah sebuah pipeline atau trajektori bagaimana kita bisa meng-engage mereka, meningkatkan mereka sejak awal sampai nanti di ujung,” kata Edy.

Ia menjelaskan, program dalam IRIFair 2026 disesuaikan dengan jenjang peserta. Untuk siswa SMA terdapat kompetisi, sedangkan mahasiswa mengikuti kompetisi dan kegiatan yang berkaitan dengan hasil riset.

Pada jenjang berikutnya, BRIN juga menghadirkan talent school untuk memperkuat kapasitas talenta.
Dengan pola tersebut, pembinaan diharapkan tidak berhenti setelah peserta mengikuti kompetisi, tetapi berlanjut dari satu tahapan ke tahapan berikutnya hingga menjadi talenta unggul di bidang riset dan inovasi.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas, Endang Sulastri mengatakan, IRIFair 2026 menjadi bagian dari upaya membangun talent pipeline riset dan inovasi secara lebih utuh.

Menurut Endang, pengembangan talenta perlu dimulai sejak tahap awal dan terus dilanjutkan melalui pendidikan, pengembangan kompetensi, riset, jejaring, hingga kesempatan membangun karier.

“IRIFair menjadi ruang untuk melakukan pembinaan dan kompetisi bagi talenta pada tahap awal,” katanya.

Endang menambahkan, pengembangan talenta tidak boleh berhenti pada keberhasilan mengikuti suatu kompetisi atau program. Talenta perlu dihubungkan dengan kesempatan pendidikan, riset, mobilitas setelah pengembangan kompetensi, jejaring, serta dialog karier secara berkelanjutan.

Karena itu, IRIFair 2026 juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha dan industri dalam memperkuat ekosistem talenta nasional.

Salah satu agenda dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah talkshow ‘Connecting the Dots’ yang mempertemukan perspektif talenta, peneliti, industri, dunia usaha dan pemerintah.

“Forum ini membahas perjalanan pengembangan talenta, kebutuhan kompetensi, peluang kolaborasi, jalur karier, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi,” tutur Endang.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat jalur pembinaan talenta, sehingga semakin banyak talenta Indonesia memperoleh kesempatan mengembangkan kapasitas, menghasilkan karya dan inovasi, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.

“Ekosistem yang semakin kuat tentu menjadi salah satu langkah untuk memperbanyak talenta Indonesia yang potensial untuk memperoleh kesempatan dalam pengembangan kapasitas,” kata Endang menandaskan. (Tri Wahyuni)

Related posts