Suara Karya

Gerak Cepat Kemdiktisaintek dan Kampus untuk Pemulihan Bencana di Sumatra Barat

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama perguruan tinggi di Sumatra Barat bergerak serentak merespons bencana banjir bandang, longsor, dan galodo yang melanda wilayah tersebut sejak akhir November 2025.

Melalui kekuatan akademik, kapasitas riset, dan jaringan relawan mahasiswa, kampus menjadi garda terdepan dalam penyelamatan warga, pemulihan kondisi sosial, hingga penguatan ketahanan masyarakat.

Aksi cepat itu menunjukkan, perguruan tinggi bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga pilar kemanusiaan yang hadir langsung di tengah masyarakat saat krisis.

Sejak hari pertama bencana, Universitas Andalas (Unand) langsung menyisir Palembayan, Agam (wilayah paling terdampak). Tim awal melakukan asesmen cepat mengenai kebutuhan mendesak warga, mulai dari layanan kesehatan berkelanjutan hingga kebutuhan tenaga terlatih di lapangan.

Temuan itu langsung ditindaklanjuti dengan pengiriman tim medis lengkap yang terdiri dari dokter spesialis ortopedi, THT, penyakit dalam, dokter anak, ahli gizi, hingga obgyn.

Gelombang berikutnya membawa apoteker serta tenaga kesehatan masyarakat yang memberi layanan ‘door to door’ dan posko ke posko.

Unand juga mengoperasikan Posko Tanggap Bencana sebagai pusat koordinasi antara kampus, relawan, dan perguruan tinggi sekitar. Sebanyak 497 mahasiswa diterjunkan melalui program KKN Kebencanaan Hidroklimatologi, bergerak bersama warga untuk mempercepat pemulihan.

Kolaborasi antarkampus terbangun, termasuk kerja sama Unand dan Unpad dalam pencarian korban dan layanan psikososial.

Universitas Negeri Padang (UNP) mengaktifkan Posko UNP Peduli Bencana yang menjadi pusat pengumpulan dan distribusi bantuan ke Agam, Padang, Solok, Pesisir Selatan, hingga Tanjung Raya.

Relawan lintas fakultas membantu pembersihan rumah warga, pemulihan fasilitas umum, konseling trauma, dan layanan kesehatan.

Melalui UNP Charity, bantuan dikirimkan ke berbagai titik seperti Gunung Pangilun, Kuranji, Koto Tangah, hingga Koto Sani.

Mahasiswa Teknik Otomotif UNP bekerja sama dengan Honda Hayati juga membuka servis motor gratis, membantu warga memulihkan kembali alat transportasi mereka.

Politeknik Negeri Padang (PNP), sebagai kampus vokasi, mengerahkan operator alat berat serta teknisi untuk percepatan pembukaan akses dan pembersihan material bencana.

Mini ekskavator PNP membantu pembersihan Cek Dam Unand untuk memulihkan aliran air.

Relawan Mapala PNP bekerja bersama BPBD, SAR, dan aparat setempat dalam evakuasi korban, pembersihan material longsor, dan pembukaan akses vital di Palembayan.

Bantuan logistik dan paket makanan siap konsumsi juga disalurkan melalui kolaborasi dengan mitra industri.

Di sisi lain, Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang fokus pada pemetaan kebutuhan pengungsi, terutama bayi, anak-anak, dan keluarga rentan. Tim KSR PMI ISI Padangpanjang menyalurkan bantuan dari rumah ke rumah dan posko ke posko.

Layanan psikososial berbasis seni, seperti kegiatan kreatif untuk anak, disiapkan untuk memulihkan kondisi mental warga terdampak.

Universitas Muhammadiyah Sumbar mengerahkan relawan ke Pagadih, Sungai Landia, dan Malalak Timur untuk pembersihan, layanan kesehatan gratis, dan trauma healing.

Universitas Putra Indonesia YPTK menyalurkan sembako, air bersih, hingga kebutuhan bayi ke Gunung Pangilun dan Batu Busuk. Kampus itu juga bekerja sama dengan influencer dan platform bantuan sosial, menghadirkan alat berat, dump truck, serta psikolog untuk pemulihan mental masyarakat.

Tak hanya itu, sejumlah PTN dan PTS di Sumbar juga aktif mengirim relawan mahasiswa, membuka posko kampus, dan memberi dukungan ahli untuk asesmen geologi, lingkungan, serta sosial.

Laporan resmi terus diperbarui seiring dinamika lapangan yang sangat cepat.

Kemdiktisaintek terus menghimpun data harian dari seluruh perguruan tinggi di Sumbar. Data ini menjadi dasar percepatan penyaluran bantuan, pemetaan kebutuhan, dan penguatan koordinasi pusat, kampus, dan daerah.

Gerak cepat perguruan tinggi di Sumbar menunjukkan bagaimana kekuatan akademik, kemanusiaan, dan teknologi dapat bersatu dalam misi besar pemulihan masyarakat. Kemdiktisaintek memastikan kolaborasi lintas kampus tetap berjalan kuat demi mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. (Tri Wahyuni)

Related posts