JAKARTA (Suara Karya): Inflasi di DKI Jakarta sepanjang 2025 tercatat stabil dan masih berada di bawah rata-rata nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Jakarta pada Desember 2025 mencapai 0,33 persen (mtm), sementara secara tahunan berada di level 2,63 persen lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menilai capaian tersebut menunjukkan pengendalian harga berjalan efektif berkat koordinasi erat berbagai pihak.
“Capaian inflasi Jakarta yang tetap terkendali menunjukkan sinergi pengendalian harga berjalan efektif. Dengan kerja bersama, daya beli masyarakat bisa terus terjaga,” ujarnya.
Tekanan inflasi terutama datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dipicu kenaikan harga daging ayam ras serta cabai rawit akibat permintaan musiman dan kondisi cuaca. Penyesuaian harga BBM non-subsidi turut mendorong inflasi transportasi. Namun, penurunan harga sejumlah komoditas seperti cabai merah membantu menahan laju inflasi.
Sejumlah langkah konkret dilakukan TPID, mulai dari program pangan murah, operasi pasar, penguatan distribusi hingga Kepulauan Seribu, hingga pemantauan harga di pasar tradisional dan ritel modern. Edukasi kepada masyarakat tentang belanja bijak juga terus digencarkan.
Ke depan, Iwan menegaskan pentingnya menjaga konsistensi kebijakan.
“Strategi 4K ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif akan terus diperkuat agar stabilitas harga terjaga hingga 2026,” tegasnya. (Boy)
