JAKARTA (Suara Karya): Ketua Umum (Ketum) Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Filda C. Yusgiantoro, menegaskan kebijakan hilirisasi minyak dan gas (migas) serta mineral batubara (minerba) harus menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mengoptimalkan sumber daya alam.
Alasannya, selain dapat meningkatkan nilai tambah, hilirisasi migas dan minerba memiliki berbagai manfaat seperti diversifikasi ekonomi, peningkatan investasi, dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dalam hilirisasi migas dan minerba di Indonesia.
Menurut Filda, koordinator tim peneliti PYC Akhmad Hanan, asisten peneliti Mayora Bunga Swastika bersama staf peneliti Hidayatul Mustafidah Rohmawati telah menyelesaikan laporan singkat (brief report) dengan judul Strategi Kebijakan Hilirisasi Migas dan Minerba yang Efektif untuk Indonesia pada pertengahan bulan Maret 2024 ini.
Di dalam laporan singkat ini mengevaluasi tahapan hilirisasi di sektor minyak bumi, gas alam, mineral, dan batubara menggunakan metodologi Political, Economic, Social, Technological, Environment, Legal (PESTEL) dan konsep ekonomi efek trickle down.
Menurut Filda, melalui kerangka PESTEL, laporan ini mengidentifikasi aspek politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan dan hukum yang mempengaruhi kebijakan hilirisasi. Sedangkan, efek trickle down dianalisis untuk memahami distribusi manfaat ekonomi.
Karena itu, Indonesia memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan sumber daya migas dan minerba melalui pendekatan hilirisasi sebagai strategi pembangunan nasional. Hilirisasi, yaitu pengolahan sumber daya alam sebelum diekspor, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, tetapi membutuhkan kebijakan yang terintegrasi.
“Ini mencakup aspek politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan regulasi. Hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga kemandirian sumber daya negara dan menciptakan lapangan kerja yang luas. Hal ini berdampak pada pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab,” kata Filda melalui keterangan tertulisnya, Selasa (2/4/2024)..
Dia meyakini dengan proses hilirisasi yang optimal, Indonesia dapat mengurangi eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di sekitar wilayah eksploitasi. Hilirisasi juga dapat memperkuat daya saing Indonesia di pasar global melalui ekspor dan perluasan pasar internasional. (Boy)
