Suara Karya

Mudik Lebaran, Badan Bahasa Bagikan 24 Ribu Buku Gratis untuk Anak di 9 Titik Transportasi

JAKARTA (Suara Karya): Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) kembali menggelar program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026, dengan membagikan sekitar 24 ribu buku bacaan gratis kepada para pemudik, khususnya anak-anak.

Program tersebut digelar di 9 simpul transportasi utama, yakni Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Bandara Halim Perdanakusuma, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak, dan Terminal Pakupatan Serang, Banten

Kegiatan yang dibuka Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti pada Senin (16/3/26), juga dihadiri Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian; Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma; Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono; dan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin.

Hadir pula Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional, Adin Bondar; Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (DJKA) Kementerian Perhubungan, Arif Anwar; dan segenap jajaran pejabat di lingkungan Kemdikdasmen.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam sambutannya menegaskan, MABB merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun kebiasaan membaca sejak dini di tengah dominasi gawai pada anak.

“Harapannya, anak makin akrab dengan buku dibanding gawai. Dengan kebiasaan membaca sejak dini, kita menyiapkan generasi yang cerdas dan berkualitas,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, pemudik juga dapat mengikuti berbagai aktivitas literasi yang disiapkan Badan Bahasa, antara lain pojok baca, membaca nyaring, mengulas buku, mendongeng, mewarnai, hingga permainan edukatif yang dipandu oleh Duta Bahasa dan relawan literasi.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin menjelaskan, program itu tak hanya membagikan buku, tetapi juga menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi anak-anak di ruang publik.

“Dengan demikian, perjalanan mudik dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkenalkan kebiasaan membaca kepada anak sejak usia dini,” ujarnya.

Tahun ini jumlah buku yang dibagikan secara gratis meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, buku yang dibagikan sekitar 20 ribu eksemplar, sedangkan tahun ini menjadi 24 ribu buku dengan cakupan lokasi yang lebih luas.

Penyelenggaraan program melibatkan berbagai mitra, antara lain Perpustakaan Nasional, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Pusat Perbukuan, sejumlah penerbit buku, serta dukungan dari instansi transportasi seperti PT Kereta Api Indonesia, pengelola terminal, bandara, dan pelabuhan.

“Lewat kolaborasi ini, kami berharap akses terhadap bahan bacaan berkualitas semakin luas dan budaya membaca dapat tumbuh di tengah masyarakat,” kata Hafidz menandaskan.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dalam kesempatan yang sama, menyebut kehadiran buku di ruang publik seperti stasiun dan terminal merupakan cara kreatif memperluas akses literasi masyarakat.

“Literasi tidak hanya tumbuh di kelas atau di rumah. Ia bisa tumbuh di mana saja, termasuk saat orang sedang mudik,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan sederhana seperti membaca buku bersama anak selama perjalanan dapat menjadi pengalaman berharga yang membekas sepanjang hidup. (Tri Wahyuni)

Related posts