Suara Karya

KPI Berikan Acungan Jempol, Peserta Anugerah Syiar Ramadan Bertambah

JAKARTA (Suara Karya) : Meneguhkan Ketahanan Bangsa dalam siaran Ramadhan, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Anugerah Syiar Ramadan (ASR) 2025/1446 H.

“Kami ingin memberikan apresiasi terhadap karya-karya ramadan terbaik yang diproduksi insan media penyiaran. Melalui anugerah berkelanjutan ini kami berharap dapat mendorong industri penyiaran untuk terus berkarya menghasilkan program-program ramadan terbaik dari waktu ke waktu,”ujar Ketua KPI Pusat, Ubaidillah di Jakarta, kemarin.

Ubaidillah mengatakan, hadirnya siaran Ramadan yang baik dan berkualitas akan memberikan pengaruh positif bagi khalayak. Harapan terbesarnya adalah siaran Ramadan ini menjadi tuntunan masyarakat khususnya umat Islam.

“Kami juga menginginkan dan mendorong media penyiaran, TV dan radio, menjadi medium utama bagi masyarakat menerima informasi serta hiburan yang baik dan positif di tengah kegaduhan yang datang dari media baru. Soalnya yang perlu kita khawatirkan sekarang adalah konten-konten dari media baru yang belum diatur secara hukum,” jelasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab kegiatan ASR 2025 sekaligus Komisioner KPI Pusat, Aliyah, menjelaskan bahwa tema “Siaran Ramadan untuk Meneguhkan Ketahanan Bangsa” merupakan perwujudan dari upaya semua pihak menciptakan program tayangan Ramadan yang berkualitas sekaligus memperkuat dan meningkatkan kemampuan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Ketahanan bangsa kita begitu penting dan krusial di tengah kondisi saat ini dan kita berharap hal besar ini dapat diwujudkan yang salah satunya melalui program-program siaran Ramadan berkualitas dan sehat,” ujar Aliyah.

Dalam kesempatan ini, Aliyah melaporkan, jumlah lembaga penyiaran yang mengikuti lomba di ASR 2025 mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024 lalu, jumlah lembaga penyiaran yang terlibat di ASR hanya 80. Adapun tahun ini, jumlahnya peserta mencapai 111 lembaga penyiaran yang terdiri atas 21 lembaga penyiaran TV dan 90 lembaga penyiaran radio.

Peningkatan jumlah lembaga penyiaran yang terlibat ASR 2025 juga diikuti kenaikan jumlah program siaran yang dilombakan. Aliyah melaporkan, jumlah program siaran yang diterima panitia mencapai 536 program yang terdiri atas 166 program acara TV dan 370 program radio. Adapun pada tahun lalu hanya 394 program.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme dari lembaga penyiaran yang mengikuti anugerah syiar ramadan tahun ini. Meskipun situasi media penyiaran lagi sulit, peningkatan ini menandakan niat lembaga penyiaran untuk menyajikan program siaran ramadan berkualitas terbilang tinggi,” ujar Aliyah.

Kemudian, dalam menilai tayangan yang diperlombakan, tim seleksi dari KPI Pusat menerapkan kriteria yang ketat antara lain; Setiap program acara merupakan produksi dalam negeri. Program pun harus selaras dengan spirit Ramadan dan surat edaran KPI tentang Program Siaran Ramadan. Program harus sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI dan tidak pernah mendapatkan sanksi. Program siaran merupakan produksi baru atau sekurang-kurangnya repackage dari program yang pernah tayang sebelumnya (bukan semata-mata program rerun).

“Itu dasar penilaian dari tim seleksi awal kami untuk kemudian bagi yang lolos akan diserahkan ke dewan juri yang sudah ditetapkan. Dewan juri berasal dari KPI, MUI dan Kemenag,” jelas Aliyah.

Pada ASR 2025 diperlombakan sebanyak 21 kategori yang terdiri atas 10 kategori untuk lembaga penyiaran TV, 6 kategori untuk lembaga penyiaran radio dan penghargaan khusus.
Kategori penghargaan untuk TV antara lain kategori Program Dakwah Non Talkshow (Ceramah), kategori Program Dakwah Non Talkshow (Kultum), kategori Program Dakwah Talkshow (Dialog), kategori Program Wisata Budaya, kategori Program Hiburan (Film/FTV Religi/Sinetron), kategori Program Ajang Bakat, kategori Program Feature, kategori Program Dokumenter, kategori Program Liputan Ramadan dan ILM Ramadan.

Kemudian 6 kategori penghargaan untuk Radio yakni kategori Program Dakwah Radio (Kultum), kategori Program Dakwah Radio (Talkshow/Dialog), kategori Program Liputan Ramadan, kategori Program Wisata Budaya, kategori Program Feature dan kategori ILM Ramadan.

Adapun untuk penghargaan khusus antara lain penghargaan untuk Dai Wilayah 3T Inspiratif, Moderat Milenial Agent Inspiratif, Program Pendukung Edukasi Halal Lifestyle, Program Pendukung Literasi Ekonomi Syariah dan Program Pendukung Literasi Digital Islami. (Warso)

Related posts