Suara Karya

Rekrutmen Guru Sekolah Garuda Baru Dipercepat, Skema PPPK jadi Pilihan

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus mematangkan skema penerimaan guru dan tenaga kependidikan untuk penguatan ekosistem pendidikan unggulan melalui Sekolah Garuda Baru.

Kebijakan itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan tenaga pendidik berkualitas dapat terpenuhi dalam waktu cepat, meski regulasi rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) masih dalam proses pengembangan.

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini menjelaskan, evaluasi terhadap pendaftaran guru terus dilakukan, termasuk penyesuaian karakteristik kandidat dengan kebutuhan sekolah.

Perempuan yang akrab disapa Titin tersebut menyebutkan, jumlah pendaftar saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal, yaitu sebanyak 480 calon guru yang akan diseleksi dalam beberapa tahap hingga terpilih 96 guru untuk ditempatkan di 4 Sekolah Garuda Baru.

Dengan demikian, peluang pembukaan rekrutmen gelombang berikutnya tetap terbuka. “Kami akan melihat kembali pemenuhan karakteristik guru yang sudah mendaftar. Jika diperlukan, akan ada dibuka kembali untuk kelompok berikutnya,” kata Titin dalam acara ‘Ngopi Bareng’ Forum Wartawan Pendifikan (Fortadik), di Jakarta, Rabu (18/2/25).

Hadir dalam kesempatan yang sama, Dirjen Sains dan Teknologi (Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Ahmad Najib Burhani.

Titin menambahkan, pada tahap awal, pemerintah menggunakan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai jembatan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.

“Skema itu dipilih karena regulasi rekrutmen PNS institusional khusus sekolah baru masih belum tersedia,” tegasnya.

Menurut Titin, guru yang direkrut melalui skema PPPK tetap memiliki peluang mengikuti seleksi lanjutan jika kebijakan rekrutmen PNS institusional sudah diterbitkan. Namun, status PNS tidak diberikan secara otomatis dan tetap harus melalui mekanisme seleksi sesuai regulasi ASN.

“Langkah ini diambil karena kebutuhan guru untuk Sekolah Garuda bersifat mendesak, sementara pemerintah tetap harus mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Titin mengungkapkan, Pemerintah juga tengah merancang skema kesejahteraan untuk menarik talenta guru terbaik.

Selain gaji pokok sesuai ketentuan ASN, akan ada komponen tunjangan tambahan yang saat ini masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian.

Tunjangan tambahan tersebut direncanakan mencakup berbagai faktor, termasuk fasilitas pendukung seperti tempat tinggal dan kebutuhan operasional guru.

“Besaran tunjangan masih belum bisa diumumkan karena proses finalisasi masih berlangsung di tingkat kementerian terkait dan akan dituangkan dalam regulasi setingkat Peraturan Presiden,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Titin, pemerintah memastikan komponen tambahan tersebut bukan sekadar rencana, melainkan mandat kebijakan yang akan direalisasikan.

Pemerintah menegaskan, strategi penerimaan guru Sekolah Garuda bertujuan mendapatkan tenaga pendidik terbaik secara nasional. Karena sekolah ini merupakan sekolah negeri di bawah kementerian.

“Karena itu, seluruh proses rekrutmen harus mengikuti sistem ASN yang berlaku saat ini,” tuturnya.

Ke depan, jika regulasi rekrutmen PNS institusional telah tersedia, pemerintah akan mengutamakan jalur tersebut agar proses pengadaan guru bisa lebih stabil dan berkelanjutan.

Titin menyebut beberapa persyaratan bagi calon guru Sekolah Garuda Baru, yaitu usia maksimal 32 tahun; memiliki sertifikat pendidik melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan atau PPG Calon Guru Mandiri; dan memiliki IPK 3,25.

Syarat lainnya adalah memiliki kualifikasi magister atau magister terapan; dan memiliki kompetensi bahasa Inggris IELTs/TOEFL-IBT/PTE Academic dengan nilai minimal 5,5/51/45,4. Sertifikat kompetensi tersebut tidak perlu baru, yang waktunya sudah kadaluarsa pun bisa dipergunakan. Dan bersedia ditempatkan di mana saja.

“Didukung tenaga pendidik yang tak hanya kuat secara akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki kompetensi global, diharapkan Sekolah Garuda Baru dapat menjadi model penguatan pendidikan unggulan nasional,” kata Titin menandaskan. (Tri Wahyuni)

Related posts