Update Covid-19 per 15 Juni, Kasus Positif Naik Lagi hingga 1.017

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga kini belum terjadi trend penurunan kasus. Bahkan, kenaikan hari ini mencapai 1.017 kasus, dari 38.276 menjadi 39.294 kasus. Untuk pasien meninggal, secara keseluruhan mencapai 2.198 orang.

Sementara pasien positif covid-19 di dunia pun hingga kini belum surut. Total pasien positif mencapai 7.915.335 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 117.289 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi penurunan lagi sebanyak 4.885 kasus, dari 41.639 menjadi 36.639 kasus. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) justru terjadi kenaikan sedikit yaitu 75 kasus, dari 13.574 menjadi 13.649 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi, jumlahnya mencapai 1.017 kasus. Jumlah terbanyak masih Jawa Timur yaitu 270 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Senin (15/6/20).

Adapun akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 8.776 yang dilakukan pada hari sebelumnya, yaitu Minggu (15/6). Dengan demikian, total akumulasi orang yang telah diuji sebanyak 523.063.

Uji pemeriksaan dilakukan memakai metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 110 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 82 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 222 lab.

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini adalah 6.257 dan akumulasinya menjadi 329.190 orang. Dari pemeriksaan itu, terjadi penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.017 kasus dan negatif 5.240 kasus. Secara akumulasi hingga hari ini menjadi positif 39.294 dan negatif 289.896.

Menurut Yuri, angka itu tidak tersebar merata di seluruh Indonesia, melainkan ada beberapa wilayah yang memiliki kasus penambahan dengan jumlah tinggi.
Beberapa daerah ada yang sama sekali tidak memiliki penambahan kasus positif.

“Ada 5 provinsi yang angka laporannya cukup tinggi, yaitu Jawa Timur sebanyak 270 kasus positif dan 62 kasus sembuh. Sedangkan DKI Jakarta ada 62 kasus baru dan 106 sembuh. Jawa Tengah ada 116 kasus baru dan 36 sembuh, Sulawesi Selatan ada 101 kasus dan 142 sembuh, Kalimantan Selatan ada 66 kasus dan 16 sembuh,” ujarnya.

Sementara itu, data 5 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah DKI Jakarta sebanyak 9.120 kasus, Jawa Timur 8.063, Sulawesi Selatan 2.941, Jawa Barat 2.623 dan Jawa Tengah 2.175.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 4.195, disusul Jawa Timur 2.254, Jawa Barat 1.142, Sulawesi Selatan 1.044, Jawa Tengah 765 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 15.123 orang.

Kriteria pasien sembuh dibuktikan lewat hasil uji laboratorium selama dua kali. Selain itu, pasien juga tidak ada lagi keluhan klinis.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh 27 kasus, Bali 760 kasus, Banten 1.243 kasus, Bangka Belitung 144 kasus, Bengkulu 101 kasus dan Yogyakarta 272 kasus.

Berikutnya Jambi 108 kasus, Kalimantan Barat 268 kasus, Kalimantan Timur 382 kasus, Kalimantan Tengah 631 kasus, Kalimantan Selatan 1.953 kasus dan Kalimantan Utara 170 kasus.

Kemudian Kepulauan Riau 254 kasus, Nusa Tenggara Barat 937 kasus, Sumatera Selatan 1.448 kasus, Sumatera Barat 681 kasus, Sulawesi Utara 676 kasus, Sumatera Utara 932 kasus.dan Sulawesi Tenggara 286 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah ada 171 kasus, Lampung 166 kasus, Riau 126 kasus, Maluku Utara 312 kasus, Maluku 452 kasus, Papua Barat 209 kasus, Papua 1.249 kasus, Sulawesi Barat 98 kasus, Nusa Tenggara Timur 108 kasus dan Gorontalo 208 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 15.123 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)