Bambang : Pelatih Harus Miliki LTAD, Selain Suntikan Psikologi pada Atlet Untuk Berprestasi 

0

JAKARTA (Suara Karya) : Plt. Asdep Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora, Bambang Siswanto menegaskan, pelatih harus mempunyai pengetahuan LTAD (Long Term Athlete Development), sementara atlet harus dibekali faktor psikologi. Dengan harapan, penempaan atlet dapat menghasilkan prestasi yang memuaskan di masa mendatang.

“Faktor psikologi sangat berpengaruh pada pembinaan dan peningkatan prestasi atlet remaja yang akan masuk Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) diberbagai daerah,”kata Bambang Siswanto di Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, penyertaan faktor psikologi saat menggelar kegiatan diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) olahraga harus diberikan pada para pelatih. Dengan harapan, mampu mengangkat faktor psikologi para atletnya sebelum melakukan latihan rutin.

Bambang menegaskan, pemantauan dan pencarian atlet berbakat disetiap daerah tidak lagi mengandalkan ahli atau pelatih dari luar negeri. Namun dipilih pelatih-pelatih handal yang ada dalam setiap cabang tertentu.

Tidak semua cabang pelatihnya mendapat pembinaan langsung dari Pusat. Namun pihaknya membuka usulan atlet yang akan dibina dari cabang- cabang berpotensi meraih prestasi puncak, seperti dayung dan taekwondo.

Begitu juga cabang sepakbola sesuai Instruksi Presiden (Inpres) nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan persepakbolaan nasional. Upaya memenuhi semua itu katanya, memberikan pelatihan pada pelatih-pelatih yang ada di daerah melalui kegiatan diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) olahraga.

Bambang Siswanto mengatakan, diseminasi diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang konsep dan pelaksanaan pembinaan atlet jangka panjang. Konsep dan pelaksanaan tersebut berbasis pada iptek olahraga.

“Program itu merupakan tindak lanjut dalam pembinaan atlet junior agar pelatih mempunyai pengetahuan LTAD (Long Term Athlete Development) dan mendapatkan hasil prestasi atlet yang memuaskan di masa mendatang,”tegas Bambang,

Penempaan pelatih yang menangani atlet junior memang dipandang sangat perlu untuk regenerasi dimasa mendatang. Dengan harapan dapat menggantikan peran seniornya. Melalui persiapan yang matang, prestasi atlet yang diharapkan bisa diraih pada saatnya.

Seperti halnya kegiatan diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) olahraga yang diberikan pada Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan harapan melalui regerasi atau pembinaan usia dini dengan waktu cukup panjang, akan menghasilkan prestasi atlet yang akan diterjunkan di PON tahun 2028 nantinya.

NTB berusaha untuk menjadi tuan rumah PON 22 tahun 2028. Melalui pembinaan atlet jangka panjang katanya, otimatis NTB akan melahirkan atlet berprestasi tanpa melakukan mutasi atlet dari daerah lain. (Warso)