JAKARTA (Suara Karya): Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tancap gas memperkuat pengembangan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Road to Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026. Kegiatan ini berlangsung di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Kamis, (2/4/2026).
Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 sekaligus digelar dalam rangka memperingati Hari Film Nasional. Hadir dalam kesempatan ini Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno serta Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan.
Sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini menghadirkan pemutaran film pendek dan talkshow interaktif bersama sineas nasional Riri Riza serta aktris sekaligus produser muda Prilly Latuconsina. Forum ini menjadi ruang temu antara pelaku industri dan generasi muda untuk memperkuat ekosistem perfilman yang inklusif dan kompetitif.
Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif terus menunjukkan kinerja yang menjanjikan dan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian. “Ekonomi kreatif mencatat pertumbuhan sebesar 9,42 persen secara tahunan pada Semester I 2025. Ini menunjukkan potensi besar sektor ini dalam menopang pertumbuhan ekonomi Jakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, struktur demografi Jakarta yang didominasi generasi milenial dan Gen Z menjadi modal penting dalam mendorong ekonomi berbasis kreativitas. “Sebanyak 50,5 persen penduduk Jakarta adalah generasi muda. Ini adalah kekuatan utama untuk mendorong inovasi dan kreativitas, termasuk di industri film,” kata Iwan.
Menurutnya, industri film memiliki dampak berantai yang luas terhadap sektor lain. “Film tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga menggerakkan pariwisata, kuliner, fesyen, hingga transportasi. Bahkan, film menjadi instrumen efektif dalam memperkuat citra Jakarta di mata dunia,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan apresiasi atas inisiatif BI dalam mendorong penguatan industri perfilman melalui JYFF 2026. Ia menilai kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota sinema.
“JYFF diharapkan menjadi program unggulan yang mampu menciptakan ruang kolaborasi, meningkatkan kualitas talenta, serta melahirkan karya-karya yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Rano.
Mengusung tema “Jakarta Kota Kita”, JYFF 2026 diarahkan menjadi katalis lahirnya karya-karya kreatif berbasis perspektif lokal. Tema ini sekaligus mempertegas positioning Jakarta sebagai kota global yang kreatif, inklusif, dan berdaya saing di sektor perfilman.
Rangkaian kegiatan JYFF 2026 mencakup kompetisi film “Lensa Kompetisi” bagi pelajar dan mahasiswa, serta program pendanaan dan inkubasi melalui Jakarta Film Fund for Student. Karya-karya terbaik dari program ini nantinya akan ditampilkan dalam Jakarta Film Week 2026.
Ke depan, sinergi antara BI, Pemprov DKI Jakarta, dan seluruh pemangku kepentingan dalam kerangka pentahelix akan terus diperkuat. Melalui JYFF 2026, diharapkan semakin banyak talenta muda yang tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga kreator yang mampu menghasilkan karya inovatif dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Jakarta. (Boy)
