JAKARTA (Suara Karya): Upaya menstabilkan harga ayam hidup di Jakarta mulai menunjukkan hasil. Perumda Dharma Jaya bersama Satgas Saber Pelanggaran Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bergerak cepat menindaklanjuti temuan lonjakan harga di tingkat hulu yang berdampak pada harga eceran di masyarakat.
Langkah ini diambil setelah ditemukan adanya pedagang yang menjual ayam hingga Rp45.000 per kilogram, dengan harga pasokan ayam hidup mencapai Rp32.000 per kilogram dari penyewa di Rumah Potong Hewan (RPH) Pulogadung. Kondisi tersebut dinilai melampaui batas kewajaran dan berpotensi memberatkan konsumen.
Menanggapi hal itu, manajemen Dharma Jaya segera menerbitkan surat resmi yang mengatur ketentuan harga jual sesuai arahan Satgas Saber. Tidak hanya itu, sosialisasi intensif dan pengawasan langsung juga dilakukan kepada para penyewa penampungan ayam di RPH Pulogadung guna memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menegaskan bahwa pendekatan persuasif menjadi kunci dalam menurunkan harga. Melalui dialog terbuka dan komunikasi dua arah, para mitra akhirnya bersedia menyesuaikan harga sesuai acuan pemerintah.
Hasilnya, harga ayam di tingkat eceran yang sebelumnya melonjak kini berhasil ditekan ke kisaran Rp38.500 hingga Rp40.500 per ekor. Penurunan ini dinilai signifikan dan memberikan ruang bagi pedagang untuk tetap memperoleh margin tanpa membebani masyarakat.
Menurut Raditya, normalisasi harga ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan kebijakan yang merujuk pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 529 Tahun 2024. Tujuan utamanya adalah menjaga keseimbangan harga dari hulu ke hilir agar tetap stabil dan terjangkau.
Ia juga menekankan bahwa fungsi pengawasan terhadap mitra penyewa di RPH Pulogadung berjalan efektif. Dharma Jaya, kata dia, tidak akan mentoleransi praktik penetapan harga yang melampaui ketentuan pemerintah di wilayah operasionalnya.
Ke depan, pengawasan akan terus diperketat, terutama menjelang Idulfitri. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan protein hewani sekaligus memastikan masyarakat Jakarta mendapatkan harga ayam yang wajar dan terkendali. (Boy)
