Suara Karya

Di Tengah Proses Penyelesaian, Meikarta Terus Hidupkan Kawasan lewat Beragam Aktivitas Publik

JAKARTA (Suara Karya): Tahun 2025 menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan Meikarta yang berlokasi di Koridor Timur Jakarta. Kawasan yang sejak awal dikembangkan sebagai kota mandiri itu menunjukkan perkembangan bertahap, tak hanya sebagai area hunian, tetapi juga ruang hidup yang semakin aktif, inklusif, dan terbuka bagi masyarakat.

Sepanjang tahun lalu, Meikarta secara konsisten menjadi tuan rumah berbagai kegiatan publik berskala besar, mulai dari festival musik, pagelaran budaya, hingga ajang olahraga otomotif.

Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa Utama, Indra Azwar menyampaikan, rangkaian aktivitas tersebut mencerminkan fungsi kawasan yang terus berkembang sebagai ruang bersama yang dapat diakses dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.

“Berbagai kegiatan di Meikarta merupakan bagian dari upaya menghadirkan kawasan yang hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat urban saat ini, sekaligus mendorong partisipasi komunitas secara positif,” kata Indra dalam sebuah acara di Jakarta, Senin (19/1/26).

Keberagaman acara tersebut ikut membentuk karakter Meikarta sebagai ruang publik yang ramah keluarga dan terbuka bagi lintas komunitas, lintas generasi, serta lintas minat.

Antusiasme pengunjung dari berbagai daerah memperlihatkan bahwa kawasan ini telah tumbuh menjadi destinasi aktivitas yang semakin dikenal dan dimanfaatkan secara luas.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian publik adalah festival musik ‘Dijogetin’ yang digelar pada akhir Januari dan Oktober 2025. Mengusung konsep musik dangdut dengan sentuhan modern, acara itu berhasil menarik ribuan penonton dan memadati area Central Park Meikarta.

Perpaduan konsep hiburan tradisional dan teknologi panggung modern menunjukkan kesiapan kawasan dalam mendukung penyelenggaraan acara berskala besar secara tertib dan terorganisasi.

Selain itu, pada pertengahan Desember 2025 lalu, Central Park Meikarta juga menjadi lokasi penyelenggaraan festival budaya Jepang ChiChibu Matsuri, yang menghadirkan ragam pertunjukan budaya dan mendapat sambutan positif dari pengunjung.

Komitmen terhadap pelestarian budaya lokal juga tercermin pada April 2025, ketika Central Park Meikarta menjadi lokasi Pagelaran Wayang Golek dalam rangka Idul Fitri, sebagai bagian dari Pesta Rakyat Kabupaten Bekasi 2025.

Ribuan warga memadati area pertunjukan sejak sore hingga malam hari, memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang publik yang inklusif sekaligus wadah ekspresi budaya tradisional.

Ketua Panitia Pagelaran Wayang Golek, Asep Sanjaya dalam kegiatan itu mengatakan, kegiatan disambut dengan antusias oleh masyarakat. Ia berharap, selain menjadi hiburan, pertunjukan wayang dapat terus menjadi media penyampaian pesan moral dan nilai budaya kepada generasi muda.

Aktivitas kawasan Meikarta juga semakin beragam dengan digelarnya Meikarta Speedway Fun Race 2025 di Sirkuit NP Meikarta-Cikarang pada awal Oktober 2025 lalu. Ajang itu diikuti lebih dari 500 starter dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi ruang bagi komunitas otomotif untuk menyalurkan minat secara aman dan sportif.

Ketua Panitia Meikarta Speedway Fun Race 2025, Andreas Wiratma menilai, ajang tersebut menunjukkan perkembangan positif dunia balap nasional.

“Kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang kreatif bagi generasi muda untuk berprestasi dan menyalurkan hobi secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Di luar aktivitas event, Central Park Meikarta terus berkembang sebagai ruang terbuka hijau yang dimanfaatkan oleh penghuni dan masyarakat sekitar. Area itu dilengkapi dengan taman bermain anak, wahana rekreasi keluarga, jogging track, wisata danau, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya yang mendorong aktivitas luar ruang secara berkelanjutan.

Pada 2020, Central Park Meikarta yang memiliki luas 105 hektare juga tercatat dalam rekor MURI sebagai taman buatan terluas di Indonesia yang dimiliki pengembang, dengan area danau mencapai 25 hektare.

Seluruh dinamika kawasan ditopang oleh keberadaan fasilitas gaya hidup terintegrasi, seperti area komersial, bioskop, pusat hiburan keluarga, foodhall, serta berbagai pilihan restoran dan kafe yang berada di Meikarta Central.

Dengan kombinasi pembangunan kawasan yang berjalan bertahap, pemanfaatan ruang publik yang aktif, serta fasilitas pendukung yang terus dimaksimalkan, Meikarta terus berproses sebagai ekosistem urban yang tumbuh dan matang, sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kawasan Koridor Timur Jakarta. (Tri Wahyuni)

Related posts