Suara Karya

Dukung Karir Gemilang, IP Trisakti Perkenalkan Program RPL kepada Praktisi Industri

JAKARTA (Suara Karya): Institut Pariwisata (IP) Trisakti memperkenalkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) kepada praktisi industri. Program tersebut

memungkinkan mereka mendapat pengakuan akademik atas keterampilan yang dimiliki.

“Dengan demikian, profesional yang ingin kuliah lagi tak perlu melalui pembelajaran dari awal,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IP Trisakti, Agus Riyadi saat membuka acara ‘Ngobrol Santai’ (Ngobras) di Parle Resto Senayan, Sabtu (5/6/25).

Acara bertajuk ‘Beyond a Bachelors Degree: Master’s and Doctoral Degrees are Long Term Investment’ itu menghadirkan narasumber Asisten Deputi Peningkatan SDM Industri, Kementerian Pariwisata, Faisal Kasim; dan Ketua Umum Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO), Irvan Mahidin Sukamto.

Selain itu, CEO Rama Group, Muhammad Rahmad; Regional CEO, Kantor Regional V PT Angkasa Pura Indonesia Makassar, Indah Preastuty; General Manager Hotel Horison Ciledug, Kiki Triandini; dan Asisten Ahli (instruktur) IP Trisakti, Deivy Nasution.

Agus Riyadi menambahkan, Program RPL menedima respon yang positif dari kalangan industri. Banyak perusahaan yang menunjukkan minat besar untuk berpartisipasi dalam program, terutama untuk karyawan mereka yang ingin meningkatkan kualifikasi dan kompetensi.

“Program RPL perlu diperkenalkan lebih luas, karena penting dalam mendukung pengembangan karier para profesional, yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan industri itu sendiri,” ujarnya.

Agus Riyadi juga memaparkan program studi yang tersedia di IP Trisakti yang mungkin menarik perhatian hadirin yang hadir. Disebutkan, 7 program studi (prodi) yang tersedia adalah Pengelolaan Perhotelan (D4), Usaha Perjalanan Wisata (D4), Perhotelan (S1), Bisnis Digital (S1), Kewirausahaan (S1), Perhotelan (S2) dan Perhotelan (S3).

Untuk mewujudkan kualitas global, IP Trisakti berupaya meningkatkan kerja sama internasional melalui berbagai program, antara lain Joint Degree, Double Degree, Short Course, Transfer Kredit, Student Exchange, Professor Exchange, Staff Exchange, Riset Bersama dan Lintas Budaya.

Perguruan tinggi di luar negeri yang menjadi mitra IP Trisakti, yaitu International Management Institute Switzerland (2009), Burapha University Thailand (2011), Dong-A University of South Korea (2015), Guilin Tourism University China (2017), UCSI University Malaysia (2022), Kyungsung University Korea (2023), Jamescook University Australia (2019) dan Turki (2023)

Guna mencetak lulusan unggul, IP Trisakti juga menjembatani para mahasiswanya untuk melakukan pelatihan di industri pariwisata global yang ada di Hong Kong, Malaysia, UAE, Thailand dan Jepang.

“Dengan berbagai inovasi dan kreativitas, IP Trisakti berkomitmen mendukung penuh program pemerintah untuk mendorong dan memajukan program pemerintah di bidang pariwisata,” ucap Agus menandaskan.

Beragam inovasi yang dilakukan IP Trisakti mendapat apresiasi dari Asisten Deputi Peningkatan SDM Industri, Kementerian Pariwisata, Faisal Kasim. Pendidikan berkelanjutan penting untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata Indonesia.

“Kami mengapresiasi inisiatif yang dilakukan IP Trisakti lewat Program RPL. Program tersebut dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kualitas SDM kita,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Regional CEO, Kantor Regional V PT Angkasa Pura Indonesia Makassar, Indah Preastuty. Indah mengaku senang dan tak merasa lelah saat melanjutkan kuliah S2-nya.

“Alhamdulillah, perkuliahannya dilakukan secara ‘hybrid’. Cocok buat mahasiswa yang bekerja sambil kuliah,” tuturnya.

Indah kuliah pascasarjana, karena ingin membuka wawasannya lebih dalam tentang dunia kerjanya, tak sekadar mengejar ijazah akademik.

“Sekolah jangan dijadikan momok, nantinya terasa capek. Tetapi jadikan sebagai upaya meningkatkan kualitas diri, hasilnya akan manis,” pungkasnya.

Kebahagiaan serupa dikemukakan General Manager Hotel Horison Ciledug, Kiki Triandini. Mahasiswa Program S2 Perhotelan IP Trisakti tersebut mengaku senang bisa kuliah di kampus pariwisata ternama tersebut.

“Meski sudah meraih posisi GM, saya tak bosan belajar. Beruntung kuliah di IP Trisakti dilakukan secara hybrid, sehingga saya tak kesulitan mengatur waktu antara bekerja dan kuliah,” ujarnya.

Kiki mengaku tak sayang mengeluarkan uang untuk kuliah lagi, karena menyadari pendidikan juga bagian dari investasi juga. Ijazah dapat menunjukkan ‘value’ seseorang.

“Jangan cepat berpuas diri. Tingkatkan value kita lewat pendidikan. Karena saya yang perempuan saja, bisa menjadi GM,” tuturnya.

CEO Rama Group, Muhammad Rahmad memberi apresiasi atas acara Ngobras yang digelar IP Trisakti. Acara tersebut dapat memperkuat ekosistem dunia pariwisata di Tanah Air.

“Kolaborasi yang kuat antara dunia pendidikan dan industri akan bermanfaat bagi lulusan perguruan tinggi kita. Karena standar lulusan sesuai dengan harapan industri. Hal itu sekaligus mengurangi jumlah pengangguran terdidik kita,” ujar Rahmad menandaskan. (Tri Wahyuni)

Related posts